TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

PPKM Darurat Diperpanjang, Rupiah Loyo Seharian Lawan Dolar AS

Rupiah ditutup melemah ke level Rp14.542 per dolar AS

Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah masih belum bisa mengungguli dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (21/7/2021) sore.

Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah 25 poin atau 0,17 persen pada level Rp14.542 per dolar AS, dibandingkan penutupan pada Senin (19/7/2021), yakni Rp14.517 per dolar AS.

Sementara itu, kurs rupiah dibuka juga dalam kondisi melemah sebanyak 13 poin ke level Rp14.530 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah, Anjlok ke Level Rp14.542 per Dolar AS

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah, Anjlok ke Level Rp14.542 per Dolar AS

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Ilustrasi uang, rupiah (IDN Times/Shemi)

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (21/7/2021), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp14.554 per dolar AS.

Angka ini jauh lebih rendah dari kurs rupiah pada Senin (19/7/2021) yang ada di level Rp14.524 per dolar AS.

2. Kekhawatiran terhadap melonjaknya kasus COVID-19 di AS

Ilustrasi Virus Corona. IDN Times/Mardya Shakti

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa penguatan dolar AS telah berada di ambang puncak pada hari ini.

Hal tersebut tak terlepas dari kegelisahan tentang melonjaknya penularan COVID-19 di AS, terutama di daerah-daerah yang warganya belum banyak mendapatkan vaksin.

"Infeksi AS telah melonjak, terutama di daerah di mana vaksinasi di negara bagian yang belum divaksinasi. Data ini yang mengakibatkan dolar naik karena perbedaan hasil telah bergerak melawannya," ujar Ibrahim, dalam keterangan tertulisnya, Rabu sore.

Hal itu kemudian juga berimbas pada imbal hasil Treasury AS 10 tahun benchmark yang turun ke level terendah dalam lima bulan terakhir.

Imbal hasil tersebut turun menjadi di bawah 1,20 persen pada hari Senin di tengah skeptisisme baru tentang rebound ekonomi yang kuat dari pandemik.

Baca Juga: [BREAKING] PPKM Darurat Resmi Diperpanjang Sampai 25 Juli

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya