Comscore Tracker

Rupiah Dibuka Melemah, Anjlok ke Level Rp14.542 per Dolar AS

Rupiah diprediksi menguat seiring perpanjangan masa PPKM

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah masih harus mengakui keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah dibuka melemah 13 poin ke level Rp14.530 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (21/7/2021).

Melansir Bloomberg, hingga pukul 09.45 WIB, kurs rupiah masih mengalami penguatan hingga 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.542 per dolar AS.

Sebelumnya pada penutupan Senin (19/7/2021) sore, kurs rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.517 per dolar AS.

Baca Juga: Sentimen Positif dari PPKM Darurat Tak Sanggup Bikin Rupiah Perkasa

1. Nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain

Rupiah Dibuka Melemah, Anjlok ke Level Rp14.542 per Dolar ASIlustrasi Kurs Rupiah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain melemah terhadap dolar AS, berikut ini kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya:

  • Rupiah menguat 12 poin menjadi Rp10.618 terhadap dolar Australia
  • Rupiah melemah 32 poin menjadi Rp17.113 terhadap euro
  • Rupiah melemah 18 poin menjadi Rp19.779 terhadap pound British
  • Rupiah melemah 7 poin menjadi Rp2.242 terhadap yuan Tiongkok
  • Rupiah melemah 4 poin menjadi Rp1.870 terhadap dolar Hong Kong
  • Rupiah melemah 0,29 poin menjadi Rp132,29 terhadap yen Jepang
  • Rupiah menguat 0,4 poin menjadi Rp441 terhadap baht Thailand
  • Rupiah menguat 1,1 poin menjadi Rp516 terhadap dolar Taiwan
  • Rupiah melemah 8 poin menjadi Rp10.624 terhadap dolar Singapura

Baca Juga: Awal Pekan, Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp14.516 per Dolar AS 

2. Pelemahan rupiah sebagai bentuk dominasi dolar terhadap mata uang global

Rupiah Dibuka Melemah, Anjlok ke Level Rp14.542 per Dolar ASIlustrasi Dollar Dan Rupiah (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyatakan salah satu penyebab pelemahan rupiah adalah karena dominasi dolar terhadap mata uang global. Kenaikan dolar sendiri terjadi karena kekhawatiran atas kenaikan inflasi dan peningkatan jumlah kasus COVID-19 terus menggigit.

"Dolar menguat terhadap mata uang lainnya, dan tetap mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis.

Selain itu, kata Ibrahim, tanpa data ekonomi signifikan yang akan dirilis hingga rilis indeks manajer pembelian manufaktur dan jasa AS pada hari Jumat, COVID-19 kemungkinan akan tetap menjadi fokus bagi investor hingga saat itu.

3. Rupiah diprediksi menguat seiring perpanjangan masa PPKM

Rupiah Dibuka Melemah, Anjlok ke Level Rp14.542 per Dolar ASIlustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Di sisi lain, Ibrahim meyakini bahwa perpanjangan masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli akan berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pasar diprediksi Ibrahim akan merespons positif kebijakan pemerintah tersebut.

"Isu yang beredar (perpanjangan PPKM Darurat) 2 minggu tapi kenyataan pemerintah hanya menambah sampai 25 Juli. Dengan 5 hari ke depan diharapkan pasien COVID-19 terus menurun," kata Ibrahim kepada wartawan, Selasa (20/7/2021).

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko 'Jokowi' Widodo resmi memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021. Meski demikian, Jokowi mengatakan akan melakukan pembukaan PPKM Darurat jika tren kasus mengalami penurunan.

"Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap," kata Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (20/7/2021).

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Rupiah Diprediksi Menguat 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya