TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jokowi Ancam Kejar Pihak yang Sengaja Bikin Indonesia Terus Impor

Jokowi jengkel Indonesia terus-menerus impor

Presiden Jokowi memberikan sambutan di Musrenbangnas RPJMN 2020-2024, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin 16 Desember 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo jengkel lantaran Indonesia terus-menerus melakukan impor barang atau komoditas yang harusnya bisa diolah sendiri, termasuk minyak dan gas. Jokowi pun menduga ada pihak-pihak yang sengaja ingin Indonesia terus melakukan impor migas.

Terhadap pihak tersebut, Jokowi memperingatkan mereka. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengancam akan mengikut terus gerak-gerik dari oknum tersebut.

"Yang seneng impor ini, bukan saya cari, sudah ketemu siapa yang senang impor, sudah ngerti saya. Hanya perlu saya ingatkan, bolak-balik, hati-hati. Kamu hati-hati. Saya ikuti kamu," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (16/12).

Baca Juga: Jokowi: 34 Tahun Gak Bisa Bangun Kilang Minyak, Kebangetan! 

1. Jokowi ancam pihak yang menghalangi Indonesia mengolah migas sendiri

Ilustrasi pengisian isi bensin SPBU Pertamina. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jokowi pun memperingatkan agar oknum tersebut jangan sampai menghalangi negara untuk mengolah batubara menjadi gas. Menurut Jokowi, Indonesia sebenarnya bisa mengolah gas sendiri.

"Jangan menghalangi orang ingin membikin batubara menjadi gas. Gara-gara kamu senang impor gas. Kalau ini bisa dibikin, ya sudah, gak ada impor gas lagi. 'Ya saya kerja apa Pak?' Ya itu urusanmu, kamu sudah lama menikmati ini," ucap Jokowi masih menyinggung sang oknum.

2. Jokowi jengkel karena kita kerap impor komoditas dalam sektor energi

Presiden Jokowi memberikan sambutan di Musrenbangnas RPJMN 2020-2024, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin 16 Desember 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Kejengkelan Jokowi juga mulai memuncak saat Indonesia terus-menerus impor di sektor energi, seperti migas. Dia mengatakan Indonesia mengeluarkan Rp323 triliun hanya untuk impor petrokimia.

"Dikit-dikit impor. Dikit-dikit impor. Terutama yang berkaitan dengan energi, barang modal dan bahan baku. Sebenarnya barang modal dan bahan baku nggak apa-apa. Karena bisa reekspor," tutur Jokowi.

"Tapi yang berkaitan dengan energi, luar biasa kita. Minyak yang dulunya kita gak impor. Sekarang impor. Impor minyak kita mungkin kurang lebih sekarang ini 700-800 barel, 700-800 ribu barel," katanya melanjutkan.

Baca Juga: Jokowi: Rp323 Triliun untuk Impor Petrokimia, Jengkelnya Kayak Apa!

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya