TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Tips Mobile Banking Aman dari Kejahatan Siber

Waspadai berbagai modus kejahatan siber

Ilustrasi Pencurian Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Jakarta, IDN Times - Layanan internet banking dan mobile banking memberikan kemudahan untuk nasabah melakukan kegiatan perbankan seperti transfer dana, informasi saldo, mutasi rekening, informasi nilai tukar, pembayaran baik itu kartu kredit, rekening listrik, rekening telepon, maupun asuransi, dan pembelian baik itu pulsa isi ulang maupun saham. 

Namun dibalik kemudahan tersebut, masih tersimpan celah yang dapat dimanfaatkan oleh penjahat yang ahli dalam penggunaan sistem atau cyber crime untuk meretas akun mobile banking nasabah.

Oleh karena itu, nasabah diimbau untuk tetap waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang berusaha mengambil alih akun mobile banking dan menguras isi rekening.

Baca Juga: Mobile Banking BSI Eror, Erick Thohir Akui Ada Serangan Siber

Baca Juga: 5 Tips Aman Menggunakan Mobile Banking, Waspada Peretasan HP dan Data!

1. Modus kejahatan mobile banking yang harus diwaspadai

Ilustrasi Bank Digital. (IDN Times/Aditya Pratama)

Berdasarkan situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikutip, Jumat (2/6/2023), terdapat banyak modus yang digunakan untuk pengambilalihan mobile banking dengan meretas HP dan nomor telepon nasabah yang terhubung dengan mobile banking. 

Modus pharming, penipu atau hacker melakukan pengalihan dari situs yang sah ke situs palsu tanpa diketahui dan disadari oleh korban. Kemudian mengambil data yang dimasukkan oleh korban sehingga masuk ke dalam area yang menjadi permainan penipu tersebut.

Kemudian modu spoofing, menggunakan perangkat lunak untuk menutupi identitas dengan menampilkan alamat e-mail/ nama/ nomor telepon palsu di komputer agar menyembunyikan identitas. Untuk melakukan penipuan mereka menimbulkan kesan berurusan dengan pebisnis terkemuka.

Baca Juga: Jumlah Pengguna BNI Mobile Banking Naik 25 Persen di Februari 2023

2. Jaga kerahasiaan data pribadimu

ilustrasi bank (IDN Times/Aditya Pratama)

Modus lainnya yang digunakan oleh penjahat mobile banking yakni, keylogger yang merupakan software yang dapat menghafal tombol keyboard yang digunakan tanpa diketahui oleh pengguna.

Selanjutnya phising, merupakan tindakan memperoleh informasi pribadi seperti user ID, PIN, nomor rekening bank atau nomor kartu kredit secara tidak sah.

Informasi ini kemudian dimanfaatkan untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit atau memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah.

Selanjutnya ada modus sniffing, yakni menyadap paket data yang lalu-lalang pada jaringan.

Baca Juga: Jangan Panik, Begini Tips Mudah Amankan Mobile Banking saat HP Hilang

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya