TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Harga BBM Naik, Menhub: Sektor Transportasi Relatif Tak Ada Guncangan

Menhub sebut dampak kenaikan harga BBM masih terkendali

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (IDN Times/Ilman)

Jakarta, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menilai dampak kenaikan harga BBM terhadap sektor transportasi tetap terkendali. Sebab, menurutnya, kenaikan harga BBM diputuskan melalui pembahasan panjang oleh pemerintah, dan disertai sosialisasi pada masyarakat.

"Ya menurut hemat saya pasti ada (dampaknya), tapi saya pikir ter-manage dengan baik. Saya sangat berterima kasih dengan Bapak Presiden dan semua menteri, kita membahas itu tidak satu kali, lebih dari 10 kali kita ratas (rapat terbatas), dan sosialisasinya tuh soft sekali," kata Budi kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga: Naik per 10 September 2022, Ini Daftar Lengkap Tarif Ojol Terbaru

1. Menhub klaim tak ada guncangan pada sektor transportasi usai harga BBM naik

Ilustrasi terminal bus (ANTARA FOTO/Ardiansyah)

Budi juga mengatakan tidak ada guncangan besar pada sektor transportasi usai harga BBM naik. Menurutnya, hanya ada permasalahan selama 1-2 hari.

"Sehingga relarif sektor transportasi itu tidak terjadi suatu guncangan. Bahwa 1-2 hari ada masalah, iya, tapi kita akan jalani ini," ujar Budi.

Baca Juga: Menhub Ajak Perusahaan Austria Kerja Sama Bangun Kereta Gantung di IKN

2. Pemda diminta bantu subsidi transportasi

Ilustrasi deretan angkutan kota di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Kamis (6/8/2020) (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Untuk menjaga tingkat inflasi khususnya dari sektor transportasi, Budi mengatakan pemerintah pusat telah meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk mengalokasikan anggaran untuk subsidi angkutan umum.

"Jadi tidak mungkin dikerjakan oleh satu kementerian, kita kompak, Pak Presiden bicara, Menteri Keuangan bicara, Pak Luhut bicara, kami bicara," tutur dia.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan AKAP Ekonomi

3. Tarif bus AKAP hingga ojol naik

Ilustrasi unjuk rasa pengemudi ojek online (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Untuk menjaga tingkat inflasi khususnya dari sektor transportasi, Budi mengatakan pemerintah pusat telah meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk mengalokasikan anggaran untuk subsidi angkutan umum.

"Jadi tidak mungkin dikerjakan oleh satu kementerian, kita kompak, Pak Presiden bicara, Menteri Keuangan bicara, Pak Luhut bicara, kami bicara," tutur dia.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya