Jakarta, IDN Times - Sejumlah analis asing dari Singapura memberikan pandangannya terkait rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) melakukan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Spesialis investasi di ASEAN dari Alethia Capital Angus Mackintosh menilai rencana MSCI tersebut terlalu berlebihan. Menurutnya, Indonesia telah mengambil sejumlah langkah perbaikan.
"Langkah ini tampaknya berlebihan, mengingat berbagai upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk mengatasi persoalan transparansi pasar dan free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik," kata dia dikutip MSN dari Reuters, Jumat (16/10/2026).
Namun, dia menilai persoalan utama Indonesia terletak pada lemahnya bukti implementasi kebijakan dan belum adanya sanksi terhadap pihak yang terlibat dalam manipulasi saham. Menurutnya, Indonesia perlu memberikan sanksi dan denda berat kepada pihak-pihak yang melakukan manipulasi saham secara terkoordinasi.
"Langkah ini tidak mencerminkan kondisi sebagian besar perusahaan tercatat maupun perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, mengelompokkan Indonesia bersama Lebanon, Palestina, dan Argentina juga tidak masuk akal," ujar dia.
Adapun negara-negara kelompok Standalone Market MSCI per 2026, yakni Argentina, Jamaika, Panama, Trinidad dan Tobago, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Lebanon, Malta, Nigeria, Palestina, Ukraina, dan Zimbabwe.
