- Harga emas 0,5 gram: Rp754,5 ribu.
- Harga emas 1 gram: Rp1,409 juta.
- Harga emas 2 gram: Rp2,758 juta.
- Harga emas 3 gram: Rp4,112 juta.
- Harga emas 5 gram: Rp6,82 juta.
- Harga emas 10 gram: Rp13,585 juta.
- Harga emas 25 gram: Rp33,837 juta.
- Harga emas 50 gram: Rp67,595 juta.
- Harga emas 100 gram: Rp135,112 juta.
- Harga emas 250 gram: Rp337,515 juta
- Harga emas 500 gram: Rp674,82 juta
- Harga emas 1.000 gram: Rp1,34 miliar.
Harga Emas Turun di Akhir Pekan, Cek Daftarnya!

Jakarta, IDN Times - Harga emas hari ini turun Rp8 ribu. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam dibanderol Rp1,401 juta per gram pada Jumat (9/8/2024), menurut situs logammulia.com.
Penurunan juga dengan harga buyback, turun Rp6 ribu menjadi di Rp1,253 juta per gram. Sebagai informasi, harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam untuk emas yang dijual ke Butik Logam Mulia.
1. Rincian harga emas tiap pecahan
Berikut ini harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
2. Cara menghitung keuntungan investasi emas
Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp1,021 juta per gram dan harga jual kembali Rp917 ribu per gram. Ada selisih Rp104 ribu dari harga jual dan harga beli.
Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan. Apabila kamu beli emas Rp1,031 juta pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp104 ribu.
Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.
3. Emas sebagai instrumen investasi
Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.
Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.
Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.



















