Jakarta, IDN Times - Tren pelemahan rupiah yang terus merayap sepanjang tahun ini menyentuh titik yang meresahkan. Nilai tukar rupiah bahkan tembus Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Lebih dari itu, pelemahan rupiah bukan hanya persoalan angka di layar kurs. Tak sekadar menjadi isu di pasar keuangan atau perbincangan pelaku bisnis, anjloknya rupiah akan terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Banyak dari kita yang belum menyadari bahwa fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi harga makanan, elektronik, tarif transportasi, atau bahkan dalam jangka panjang pada biaya pendidikan dan kesehatan.
Ekonom Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty menilai pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan menekan daya beli masyarakat. Menurutnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling rentan terdampak oleh pelemahan nilai tukar rupiah.
Sementara itu, Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyebut dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah ini bisa menyeluruh ke semua lapisan masyarakat mulai dari pengusaha hingga penjual gorengan dalam dua-tiga bulan ke depan.
Apa saja dampak yang perlu kita antisipasi? Simak ulasannya!
