Comscore Tracker

Mengenal Bank Dunia, Badan yang Ingin Tumpas Kemiskinan

Apa bedanya dengan IMF?

Jakarta, IDN Times - Indonesia dinilai sukses menjadi tuan rumah IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 atau Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group Tahun 2018. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan dunia Internasional terhadap Indonesia untuk bidang keamanan, stabilitas politik, dan keberhasilan di bidang ekonomi.

Sebelumnya, IDN Times sudah membahas mengenai IMF. Nah, kali ini kita akan membahas World Bank atau Bank Dunia. 

Apa itu Bank Dunia? Berikut penjelasannya.

1. Bertujuan untuk mengurangi kemiskinan

Mengenal Bank Dunia, Badan yang Ingin Tumpas Kemiskinanpexels.com/Artem Bali

Bank Dunia dibentuk saat Perang Dunia II memuncak. Perang ini telah menghancurkan hampir seluruh kota di Eropa dan pelabuhan Pearl Harbour di Amerika Serikat. Negara-negara di Afrika dan Asia juga mengalami guncangan yang diakibatkan oleh letusan bom, sehingga udara menjadi berbau mesiu. Kurang lebih 50 juta orang menjadi korban keganasan perang terbesar di abad modern tersebut.

Pada 27 Desember 1944, Bank Dunia resmi berdiri sebagai badan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan fungsi yang sangat berbeda dibandingkan dengan badan lainnya. Perang Dunia pun berakhir setahun setelah Bank Dunia berdiri. Negara-negara korban perang, terutama di Eropa, membutuhkan aliran dana untuk memperbaiki perekonomian pasca perang. 

Sejak awal, tujuan utama pembentukan Bank Dunia memang untuk membangun ekonomi di kawasan Eropa pasca Perang Dunia II dengan skema pemberian dana investasi. Namun, tujuan resmi dari Bank Dunia ini adalah mengurangi kemiskinan.

Sejak saat itu, sebanyak 189 negara sudah menjadi anggota----termasuk Indonesia-- dan memiliki perwakilan di 130 lokasi di dunia, demikian dikutip dari situs www.worldbank.org. 

2. Lima tujuan Bank Dunia

Mengenal Bank Dunia, Badan yang Ingin Tumpas Kemiskinanpexels.com/NastyaSensei Sens

Dikutip dari am2018bali.go.id, terdapat lima tujuan dari didirikannya Bank Dunia yaitu:

  1. Membantu rekonstruksi dan pembangunan di daerah anggota dengan memberi fasilitas investasi modal untuk tujuan produktif.
  2. Mendorong investasi swasta luar negeri lewat jaminan atau partisipasi dalam pemberian pinjaman dan investasi lainnya oleh investor swasta.
  3. Mendorong perdagangan internasional jangka panjang dengan mempertahankan keseimbangan saldo pembayaran.
  4. Menyusun pinjaman-internasional melalui sumber lainnya sehingga dapat membiayai proyek mendesak baik besar ataupun kecil dengan jaminan Bank Dunia.
  5. Menjalankan kegiatannya dengan dasar untuk mempengaruhi investasi internasional dalam persyaratan bisinis di dalam daerah anggota dan, dalam tahun setelah perang, untuk membantu membuat masa transisi dari suasana perang ke keadaan ekonomi yang damai.

Secara global, bantuan-bantuan dana kepada negara-negara peminjam sudah menjadi penyangga perekonomian dunia agar menjadi lebih stabil dan terkendali. Hal ini tentunya juga sesuai dengan tujuan dari Bank Dunia. Kemunduran ekonomi suatu negara dapat berdampak juga bagi negara-negara lainnya, baik dalam lingkup regional maupun internasional.

Baca Juga: Mengenal IMF, "Dokter" Bagi Negara yang Dilanda Krisis Ekonomi

3. Lima sub-organisasi dan peran di Indonesia

Mengenal Bank Dunia, Badan yang Ingin Tumpas Kemiskinanpexels.com/rawpixel.com

Ada lima sub=organisasi di bawah Bank Dunia, yaitu Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan atau International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), International Development Association (IDA), International Finance Corporation (IFC), Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), dan Pusat Internasional untuk Penyelesaian Perselisihan Investasi atau International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID).

Bank Dunia mulai berperan di Indonesia saat memberi pinjaman di awal pemerintahan Presiden Soeharto pada tahun 1968. Sebelum memberikan pinjaman ke Indonesia, Bank Dunia memberi bantuan teknis untuk identifikasi kebijakan makroekonomi, kebijakan sektoral, dan kebutuhan pendanaan. 

Saat awal pemberian pinjaman, Indonesia masih dianggap sebagai negara yang memiliki nilai credit worthiness yang rendah. Pinjaman yang diberikan oleh Bank Dunia pada saat itu menggunakan skema IDA atau pinjaman tanpa bunga, kecuali administrative fee tiga perempat persen untuk setiap tahunnya dengan jangka waktu pembayaran 35 tahun dan masa tenggang 10 tahun.

Baca Juga: Jejak Kontroversi IMF di Indonesia

Topic:

  • Angelia Nibennia Zega
  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya