Jakarta, IDN Times — Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menilai Indonesia perlu mengubah paradigma dalam melihat keberhasilan kerja sama investasi. Menurut dia, banyaknya nota kesepahaman atau MoU dengan negara mitra belum cukup menjadi ukuran keberhasilan apabila tidak segera diwujudkan menjadi proyek nyata.
Azis mengatakan, Indonesia saat ini memiliki daya tarik besar di mata dunia. Berbagai negara mitra terus memperluas kerja sama dengan Indonesia, mulai dari Amerika Serikat, Jepang, China, Prancis, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Korea Selatan, Australia, Singapura, Rusia, Brasil, India, dan negara lainnya.
Menurut Azis, nilai komitmen investasi yang diumumkan dalam berbagai kerja sama tersebut mencapai sekitar 175 miliar dolar AS. Angka itu menunjukkan bahwa dunia melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi besar.
Namun, dia mengingatkan, komitmen investasi tidak boleh berhenti pada pengumuman. Pemerintah perlu memastikan setiap kesepakatan dapat dikawal hingga tahap realisasi.
“Persoalannya bukan apakah Indonesia memiliki peluang. Persoalannya adalah apakah institusi negara mampu mengubah peluang menjadi hasil,” kata Azis dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
