Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BNI Perkuat Transformasi di Usia Ke-80, Ini Dampaknya bagi Kinerja Perseroan

BNI Perkuat Transformasi di Usia Ke-80, Ini Dampaknya bagi Kinerja Perseroan
Gedung BNI. (Dok. BNI)
Intinya Sih
5W1H
  • BNI merayakan usia ke-80 dengan memperkuat transformasi bisnis bertema 'Swadharma Bhakti Nagara' untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan menghadapi dinamika industri perbankan.
  • Transformasi difokuskan pada penguatan layanan digital seperti wondr by BNI dan BNIdirect yang mendorong pertumbuhan transaksi, tabungan ritel, serta efisiensi layanan korporasi.
  • Kinerja keuangan BNI tetap solid dengan laba bersih Rp20 triliun pada 2025 dan aset mencapai Rp1.365,36 triliun hingga Mei 2026, mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperingati hari jadinya yang ke-80 dengan mempertegas komitmen melanjutkan transformasi bisnis. Mengusung tema "Swadharma Bhakti Nagara", transformasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat kinerja sekaligus meningkatkan daya saing perseroan di tengah dinamika industri perbankan.

1. Mendorong pertumbuhan berkelanjutan

Ilustrasi kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. (dok. BNI)
Ilustrasi kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. (dok. BNI)

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengatakan transformasi yang dijalankan perseroan tidak hanya bertujuan meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan baru.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan kapabilitas digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, hingga penguatan manajemen risiko.

Menurut Paolo, transformasi juga selaras dengan penguatan tata kelola BUMN melalui Danantara Indonesia yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

"Transformasi yang kami jalankan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan. Dengan fundamental yang semakin kuat, BNI dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional," ujarnya.

2. Layanan digital jadi motor pertumbuhan bisnis

Tampilan aplikasi wondr by BNI. (dok. BNI)
Tampilan aplikasi wondr by BNI. (dok. BNI)

BNI terus memperkuat layanan digital di segmen ritel maupun korporasi. Di segmen ritel, aplikasi wondr by BNI telah digunakan lebih dari 12 juta nasabah hingga akhir 2025. Peningkatan aktivitas transaksi melalui platform tersebut turut mendorong pertumbuhan tabungan ritel sekaligus memperkuat dana murah perseroan.

Sementara di segmen wholesale banking, BNI mengembangkan BNIdirect yang menyediakan layanan cash management, trade finance, bank guarantee, hingga supply chain financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect meningkat lebih dari 25 persen secara tahunan.

Penguatan layanan digital tersebut menjadi bagian dari strategi BNI dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis.

3. Kinerja keuangan tetap solid di tengah transformasi

Gedung BNI. (Dok. BNI)
Gedung BNI. (Dok. BNI)

Transformasi yang dijalankan BNI turut tercermin pada kinerja keuangan perseroan. Sepanjang 2025, BNI membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun. Pada periode yang sama, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto turun menjadi 1,9 persen, sedangkan loan at risk (LaR) membaik menjadi 8,5 persen.

Momentum positif berlanjut pada 2026. Hingga akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.063,92 triliun. Perseroan juga mencatat laba bersih Rp9,05 triliun dan total ekuitas sebesar Rp160,99 triliun.

Paolo menilai fundamental bisnis yang semakin kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional.

"Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," kata Paolo. (WEB)

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan

Related Articles

See More