Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Antam Tebar Dividen Rp5,05 Triliun
Kondisi Butik Emas Antam Setiabudi One, di Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2025). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Antam membagikan dividen Rp5,05 triliun atau 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025 hasil keputusan RUPST pada 10 Juni 2026.
  • Sebesar Rp2,2 triliun atau 30 persen laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan proyek strategis perusahaan ke depan.
  • Pendapatan Antam naik 22 persen menjadi Rp84,64 triliun dengan lonjakan laba 106 persen berkat peningkatan produksi nikel, bauksit, emas, serta efisiensi biaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengumumkan pembagian divide senilai Rp5.046.183.522.024 (Rp5,05 triliun) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar hari ini, Rabu (10/6/2026).

Angka tersebut setara 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

1. Sisa laba ditetapkan sebagai saldo ditahan

Butik Emas Logam Mulia Antam di Kawasan Setiabudi One, Jakarta Selatan. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto mengatakan sebesar Rp2.162.650.087.867 (Rp2,2 triliun) atau 30 persen ditetapkan sebagai saldo labah ditahan.

“Sementara itu sebesar Rp2.162.650.087.867 (Rp2,2 triliun) atau 30 persen ditetapkan sebagai saldo labah ditahan untuk mendukung pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, serta pelaksanaan berbagai proyek strategis perseroan ke depan,” kata Untung dalam konferensi pers RUPST yang digelar secara daring.

2. Kinerja Antam sepanjang 2025

logo PT Antam Tbk. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Pada 2025, Antam membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perseroan juga mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh sebesar 106 persen dibandingkan capaian 2024.

3. Permintaan nikel melonjak

Produksi nikel PT Aneka Tambang Tbk (Antam). (dok. Antam)

Direktur Strategi Korporasi Pengembangan Usaha dan Komersial Antam, Handi Sutanto mengatakan pertumbuhan laba Antam yang signifikan didorong oleh peningkatan produksi dan penjualan nikel sepanjang tahun.

“Di nikel, produksi kami meningkat 62 persen, penjualannya juga meningkat signifikan 75 persen,” tutur Handi.

Tak hanya nikel, produksi bauksit juga tumbuh 112 persen, dengan penjualan tumbuh 157 persen.

Capaian laba Antam juga didorong oleh permintaan emas yang tinggi. Penjualan emas Antam mencapai 37 ton sepanjang 2025.

Di sisi lain, perusahaan juga melakukan efisiensi, sehingga bisa menekan biaya atau cost yang dikeluarkan.

“Jadi kombinasi antara top line, pertumbuhan volume penjualan baik quantity, harga yang relinya kuat, dan juga cost efficiency yang kami disiplinkan internal, tiga faktor itulah yang menyebabkan peningkatan laba Antam di tahun 2025,” ucap Handi.

Editorial Team

Related Article