Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anthropic akan IPO meski Rugi US$42 Miliar, Bagaimana Bisa?
Anthropic (anthropic.com)
  • Anthropic mencatat rugi bersih hampir US$42 miliar pada 2025, tetapi sekitar US$34 miliar berasal dari beban akuntansi instrumen pembiayaan, bukan seluruhnya arus kas keluar.
  • Pendapatan Anthropic melonjak sekitar 12 kali lipat menjadi US$4,59 miliar pada 2025, meski perusahaan masih membukukan kerugian operasional lebih dari US$8 miliar.
  • IPO berpotensi memperluas akses modal bagi Anthropic untuk membiayai komputasi dan infrastruktur, yang menghabiskan US$7,33 miliar serta memunculkan kewajiban masa depan US$518 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Anthropic berencana melakukan initial public offering (IPO) meski mencatat kerugian bersih hampir US$42 miliar pada 2025. Di saat yang sama, pendapatan perusahaan justru melonjak sekitar 12 kali lipat menjadi US$4,59 miliar dari sekitar US$386 juta pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat rencana IPO perusahaan ini menarik untuk melihat bagaimana bisnis AI berkembang dengan biaya yang sangat besar.

Angka kerugian US$42 miliar memang terlihat sangat besar jika dilihat sekilas. Namun, sebagian besar angka tersebut berasal dari pencatatan akuntansi dan bukan seluruhnya uang yang benar-benar keluar dari perusahaan. Lantas, mengapa Anthropic akan IPO meski rugi US$42 miliar alias belum mencatat keuntungan?

1. US$34 Miliar dari rugi bukan uang yang keluar

ilustrasi pergerakan harga (unsplash.com/Maxim Hopman)

Anthropic mencatat kerugian bersih sekitar US$41,97 miliar pada 2025. Namun, sekitar US$34 miliar dari angka tersebut berasal dari pencatatan perubahan nilai instrumen pembiayaan yang dapat dikonversi menjadi saham Anthropic. Sederhananya, kenaikan nilai perusahaan dapat membuat nilai instrumen tersebut ikut berubah dan menghasilkan beban akuntansi yang besar dalam laporan keuangan.

Karena itu, angka US$42 miliar tidak dapat langsung dianggap sebagai uang tunai yang habis digunakan untuk menjalankan bisnis. Setelah memperhitungkan beban tersebut, Anthropic masih mencatat kerugian operasional lebih dari US$8 miliar pada 2025. Artinya, bisnis utama Anthropic memang masih mengeluarkan biaya lebih besar daripada pendapatan yang diperolehnya.

2. Pendapatan Anthropic tumbuh sangat cepat

ilustrasi Claude AI (unsplash.com/Planet Volumes)

Di balik kerugian besar tersebut, Anthropic mencatat pertumbuhan pendapatan yang sangat tinggi. Pendapatan perusahaan mencapai sekitar US$4,59 miliar pada 2025, dibandingkan dengan sekitar US$386 juta pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan AI Anthropic berkembang dengan cepat.

Pertumbuhan pendapatan menjadi salah satu bagian penting dalam melihat kondisi perusahaan yang belum menghasilkan laba. Perusahaan teknologi sering membutuhkan waktu dan modal besar untuk membangun produk, infrastruktur, serta basis pelanggan sebelum biaya tersebut dapat ditekan. Dalam kasus Anthropic, pertumbuhan pendapatan tersebut berjalan bersamaan dengan peningkatan biaya yang juga sangat besar.

3. Biaya komputasi AI sangat mahal

ilustrasi artificial intelligence (freepik.com/DC Studio)

Salah satu pengeluaran terbesar Anthropic berasal dari kebutuhan komputasi dan infrastruktur. Perusahaan menghabiskan sekitar US$7,33 miliar untuk kebutuhan tersebut pada 2025, hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah itu bahkan menjadi lebih besar daripada total pendapatan Anthropic pada tahun yang sama.

Biaya tersebut berkaitan dengan kebutuhan untuk menjalankan dan mengembangkan model AI dalam skala besar. Anthropic juga mencatat kewajiban masa depan sekitar US$518 miliar untuk layanan cloud, komputasi, dan infrastruktur. Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI membutuhkan modal yang sangat besar, bahkan ketika pendapatan perusahaan sedang tumbuh dengan cepat.

4. IPO dapat membuka akses ke modal yang lebih besar

ilustrasi investasi saham (pexels.com/iam hogir)

IPO dapat memberikan Anthropic akses ke pasar modal dan sumber pendanaan yang lebih luas. Hal ini penting karena perusahaan masih mengalami kerugian operasional sekaligus membutuhkan dana besar untuk mengembangkan teknologi dan infrastrukturnya. Pada akhir 2025, Anthropic memiliki sekitar US$20,28 miliar dalam bentuk kas, setara kas, dan investasi jangka pendek.

Menjadi perusahaan terbuka juga membuat kinerja Anthropic lebih diperhatikan oleh investor publik. Kondisi bisnis perusahaan menjadi semakin penting karena dua perusahaan yang menggunakan layanan Anthropic menyumbang hampir seperempat pendapatan pada 2025. Artinya, selain mengejar pertumbuhan pendapatan, Anthropic juga perlu mengelola biaya komputasi dan menjaga hubungan dengan pelanggan utamanya dalam jangka panjang.

Kerugian besar bukan berarti seluruh uang perusahaan habis terbakar, terutama ketika sebagian kerugian berasal dari pencatatan akuntansi. Walaupun Anthropic akan IPO meski rugi US$42 miliar, mereka tetap menghadapi tantangan nyata karena bisnisnya masih mencatat kerugian operasional dan membutuhkan biaya komputasi yang sangat besar. Rencana IPO tersebut akhirnya memperlihatkan bagaimana perusahaan AI dapat memiliki pertumbuhan pendapatan yang cepat sekaligus membutuhkan modal dalam jumlah luar biasa besar untuk terus berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article