Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Sumber Daya Tak Terbarukan yang Masih Dominasi Energi Dunia?

Apa Itu Sumber Daya Tak Terbarukan yang Masih Dominasi Energi Dunia?
ilustrasi industri di Indonesia yang masih memakai bahan bakar fosil (unsplash.com/Chris LeBoutillier)
Intinya Sih
  • Sumber daya tak terbarukan seperti minyak, gas alam, dan batu bara masih mendominasi energi dunia meski terbatas karena proses pembentukannya memakan waktu miliaran tahun.
  • Ketergantungan tinggi terhadap bahan bakar fosil menimbulkan kekhawatiran lingkungan dan mendorong peralihan ke sumber daya terbarukan seperti matahari, angin, air, serta biomassa.
  • Tidak semua sumber daya tak terbarukan tergolong bahan bakar fosil; uranium termasuk di antaranya dan digunakan sebagai bahan bakar utama dalam pembangkit listrik tenaga nuklir.
  • Sumber daya tak terbarukan seperti minyak, gas alam, dan batu bara masih mendominasi energi dunia meski terbatas karena proses pembentukannya memakan waktu miliaran tahun.
  • Ketergantungan tinggi terhadap bahan bakar fosil menimbulkan tekanan pasokan dan dampak lingkungan, sehingga mendorong peralihan ke energi terbarukan seperti surya dan angin.
  • Tidak semua sumber daya tak terbarukan tergolong bahan bakar fosil; uranium termasuk di dalamnya sebagai bahan bakar nuklir dengan biaya ekstraksi relatif murah dan efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sumber daya tak terbarukan masih menjadi elemen penting dalam memenuhi kebutuhan energi global dan berbagai aktivitas industri. Namun, sumber daya ini bersifat terbatas karena dikonsumsi lebih cepat dibandingkan proses pembentukannya di alam.

Dilansir Investopedia, sumber daya tak terbarukan seperti minyak, gas alam, dan batu bara disebut tidak dapat diperbarui dalam waktu singkat seperti halnya sumber daya terbarukan.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap lingkungan sekaligus dampak ekonomi, sehingga mendorong meningkatnya perhatian terhadap penggunaan energi alternatif yang lebih berkelanjutan.

1. Dibutuhkan miliaran tahun untuk terbentuk

ilustrasi bahan bakar fosil (pexels.com/Tom Fournier)
ilustrasi bahan bakar fosil (pexels.com/Tom Fournier)

Sumber daya tak terbarukan berasal dari dalam bumi, baik dari tanah maupun area pertambangan, dan membutuhkan waktu hingga miliaran tahun untuk terbentuk. Karena tidak bisa digantikan dengan cepat, ketersediaannya dinilai terbatas.

Manusia mengekstraksi sumber daya tersebut dalam bentuk gas, cair, maupun padat sebelum diolah sesuai kebutuhan. Minyak mentah, gas alam, batu bara, hingga uranium termasuk dalam kategori sumber daya tak terbarukan yang kemudian diproses menjadi produk komersial.

Minyak mentah, misalnya, diolah industri bahan bakar fosil menjadi bensin serta bahan petrokimia yang digunakan untuk produk seperti plastik dan pelarut. Selain itu, beberapa jenis air tanah juga dapat dikategorikan sebagai sumber daya tak terbarukan apabila akuifer tidak mampu terisi kembali secepat laju pengambilannya.

Sekitar 80 persen energi dunia diperkirakan masih berasal dari bahan bakar fosil. Ketergantungan tersebut dinilai memberi tekanan terhadap pasokan sekaligus berdampak pada lingkungan karena pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan karbon dioksida yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

2. Berbeda dengan sumber daya terbarukan

ilustrasi PLTB (pexels.com/Alfo Medeiros)
ilustrasi PLTB (pexels.com/Alfo Medeiros)

Sumber daya terbarukan memiliki ketersediaan yang lebih melimpah dan berkelanjutan sehingga lebih mudah digantikan dibandingkan sumber daya tak terbarukan yang dapat habis.

Contoh sumber daya terbarukan yang paling umum adalah matahari, angin, dan air. Selain itu, terdapat pula kayu yang bisa diperbarui melalui penanaman kembali, panas bumi, serta biomassa.

Penggunaan sumber daya terbarukan, terutama untuk kebutuhan energi, semakin banyak didorong karena tingginya ketergantungan terhadap sumber daya tak terbarukan dinilai mempercepat penurunan pasokan dan memperburuk perubahan iklim.

Energi surya dan angin disebut sebagai contoh energi bersih yang dapat diperbarui secara alami serta lebih ramah lingkungan.

3. Tidak semua sumber daya tak terbarukan adalah bahan bakar fosil

ilustrasi pertambangan uranium (unsplash.com/Albert Hyseni)
ilustrasi pertambangan uranium (unsplash.com/Albert Hyseni)

Seluruh bahan bakar fosil dikategorikan sebagai sumber daya tak terbarukan. Meski begitu, tidak semua sumber daya tak terbarukan termasuk bahan bakar fosil.

Minyak mentah, gas alam, dan batu bara disebut sebagai bahan bakar fosil, sementara uranium tidak masuk dalam kategori tersebut. Uranium dijelaskan sebagai logam berat yang diekstraksi dalam bentuk padat sebelum diubah menjadi bahan bakar oleh pembangkit listrik tenaga nuklir.

Sumber daya tersebut selama ini dinilai menjadi sumber energi yang bernilai karena biaya ekstraksinya relatif murah. Selain itu, proses penyimpanan, konversi, hingga distribusinya juga disebut lebih mudah dan murah.

Karena faktor harga yang terjangkau dan kandungan energi yang tinggi, bahan bakar dari sumber daya tak terbarukan masih menjadi sumber utama pembangkit energi di dunia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More