Comscore Tracker

Cerita di Balik Layar Menteri Erick Bersih-Bersih BUMN 

Di panggung IMS 2020, Erick akui lebih enak jadi pengusaha

Jakarta, IDN Times - Indonesia Millennial Summit dari IDN Times telah digelar di The Tribrata Darmawangsa, 17-18 Januari 2020. Acara bertema "Shaping Indonesia's Future" ini dihadiri oleh 6.500 pengunjung.

Terdapat beberapa stage yang menampilkan pembicara berpengalaman di bidangnya masing-masing. Mulai dari stage Visionary Leaders, Future is Female, Talent Trifecta dan Hijrah. Tentunya acara ini dihadiri banyak sekali millennial dan Gen Z di Indonesia. 

Tahun ini, di panggung Visionary Leaders, diisi para speaker yang merupakan pemimpin di bidangnya, baik kalangan pemerintahan maupun pengusaha. Salah satunya menteri yang sedang naik daun, Erick Thohir.

Erick merupakan Menteri BUMN yang pamornya tengah naik di masyarakat, lantaran ketika baru menjabat ia sudah membuat banyak gebrakan. Salah satunya mengenai bersih-bersih di maskapai pelat merah, Garuda Indonesia. Ia mengungkap ke publik adanya praktik culas eks Dirut PT Garuda Indonesia, Ari Ashkara yang menyelundupkan motor gede dan sepeda merk Brompton. Hal itu jelas merugikan negara karena ia tak membayar pajak. 

Di panggung Visionary Leaders, Erick berbagi pengalamannya bergabung dan menjadi seorang birokrat. Seperti apa pengalaman Erick melakukan bersih-bersih di perusahaan pelat merah itu?

1. Menurut Erick lebih enak jadi pengusaha dibandingkan menteri

Cerita di Balik Layar Menteri Erick Bersih-Bersih BUMN (IDN Times/Kevin Handoko)

Menjadi menteri jelas tidak sama dengan pengusaha. Ada begitu banyak kebijakan yang dibuat dan hal tersebut bisa mempengaruhi publik secara luas, tak sekedar karyawan yang bekerja di perusahaannya.

Kementerian yang dipimpin oleh Erick memiliki tanggung jawab yang besar. Hal itu bisa dilihat dari total belanja modal atau apex (capital expenditure)-nya Rp2.400 triliun, jauh lebih besar dari APBN yang Rp2.200 triliun. 

Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia yang 271 juta ini, sangat penting bagi BUMN punya platform yang melindungi atau menjaga keamanan pangan, kesehatan, dan energi. 

"Itu salah satu platform yang harus diperoleh ke depan," kata menteri yang juga pemilik Mahaka Group itu. 

Baca Juga: Erick Thohir Minta Prabowo Tekan Impor Alutsista, Caranya?

2. Erick akui tak mudah membuat banyak gebrakan dalam waktu tiga bulan

Cerita di Balik Layar Menteri Erick Bersih-Bersih BUMN IDN Times/Kevin Handoko

Erick kembali mengenang awal mula ia ditunjuk oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo sebagai Menteri BUMN. Ia membuat ada lima prioritas dalam lima tahun ke depan. Prioritas pertama, bagaimana perusahaan-perusahaan di BUMN dapat menyeimbangkan bisnis dan tanggung jawab sosial. 

"Saya akan memetakan BUMN mana yang nantinya akan fokus ke bisnis, mana BUMN yang punya tanggung jawab sosial lebih banyak dan mana BUMN yang fokusnya seimbang antara bisnis dengan sosial," tutur dia. 

Kedua, bagaimana BUMN harus berani melakukan perubahan, baik dari segi bisnis, ekosistem, dan kemitraan. Ia menggaris bawahi apabila ada perusahaan yang performanya setengah-setengah lebih baik perusahaan tersebut dimerger atau dilikuidasi. 

Ketiga, Erick ingin BUMN dapat menjadi pemain yang mendobrak keterbatasan di era teknologi. Keempat, bagaimana nilai good corporate governance (GCG) dapat dimaksimalkan dengan baik, khususnya di lingkungan BUMN. Ia mengambil contoh GCG dalam kasus Jiwasraya dan Asabri. 

Kelima, Erick menilai harus ada peningkatan kualitas SDM di Kementerian BUMN. Tujuannya, agar jangan sampai kalah saing dengan perusahaan lain. Dengan begitu diharapkan stigma negatif di masyarakat mengenai perusahaan pelat merah bisa dicegah. 

Soal apakah lima prioritas itu akan berlanjut atau tidak, maka hal tersebut tergantung kepada kebijakan Menteri BUMN di periode selanjutnya. Namun, ia dan timnya sudah sepakat bahwa mereka harus dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia. 

3. Erick juga menerapkan kebijakan empati program bersih-bersih BUMN

Cerita di Balik Layar Menteri Erick Bersih-Bersih BUMN IDN Times/Kevin Handoko

Hal lain yang juga penting dan disorot oleh Erick yakni mengenai kebijakan empati bagi petinggi BUMN. Hal itu dimulai dengan menerapkan larangan bagi petinggi BUMN yang rugi melakukan perjalanan dinas dengan duduk di kelas first class. Padahahl, BUMN yang dipimpinnya tengah merugi. 

"Kebayang gak misalkan Pak Arifin (Menteri ESDM) naik pesawat, Beliau duduk di business class, tiba-tiba Dirut Inalum (malah duduk) di first class? Padahal, kebijakan yang harus diambil jauh lebih besar daripada di PT Inalum," tutur Erick heran. 

Hal-hal seperti itu lah yang diharapkan para petinggi BUMN bisa lebih berempati. 

"Teman-teman BUMN saya rasa bisa mengerti lah," katanya lagi.

4. Erick akui tidak mudah mencari figur pemimpin BUMN. Apalagi jumlah BUMN mencapai 142

Cerita di Balik Layar Menteri Erick Bersih-Bersih BUMN IDN Times/Kevin Handoko

Erick mengakui kewenangannya sebagai menteri untuk mengawasi lebih dari 140 BUMN sangat berat. Terlebih harus ia sendiri yang melakukannya. 

Erick berharap ke depan ia memiliki kewenangan untuk melakukan likuidasi atau merger BUMN yang dinilai tidak memberikan keuntungan. 

"Tapi, untuk itu, kami masih menunggu peraturan yang akan diputus oleh Menteri Keuangan dan presiden," ujar Erick. 

Untuk bisa memantau itu semua, Erick menaruh 8-12 individu di jajaran direksi. Selain itu, mereka memiliki rapat untuk meninjau perkembangan mereka yang pertama. 

Oleh sebab itu, Erick tak mau keliru dalam menaruh para pimpinan BUMN. Bahkan, Erick tak segan meletakan mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai komisaris utama. 

"Contoh, di BTN, komutnya kan sekarang Pak Chandra Hamzah. Kenapa? Dulu dia bekas (pimpinan) KPK. Mengapa diletakan di BTN? Karena ada kasus penyelewenangan yang harus diperbaiki, apalagi ke depan BTN diharapkan ada program legacy yakni bisa membangun satu juta rumah bagi millennial," katanya lagi. 

Sistem yang digunakan, Erick melanjutkan, bisa 20, 30, atau 40 tahun. Di sanalah ia mengaku butuh direksi yang berpengalaman. Maka, ia menjatuhkan pilihan ke Pahala N. Mansury sebagai Direktur BTN. 

"Ia berpengalaman dan bankers yang bagus," tutur dia. 

Di Pertamina, ia melihat ada dua pemimpin perempuan. Mereka duduk sebagai CEO, Nicke Widyawati dan Direktur Keuangan, Emma Sri Martini. 

"Tapi, kita juga perlu komisaris yang bisa melindungi mereka dan mendobrak. Maka di situ lah peran Pak Ahok masuk," katanya. 

Ia meminta publik tidak melihat kebijakan ini secara politis. Sebab, ini semua disusun berdasarkan kebutuhan BUMN yang bersangkutan. 

Untuk PLN, Erick menempatkan Amien Sunaryadi sebagai komisaris utama. Amien dulu juga salah satu pimpinan KPK. Bahkan, ia pernah duduk sebagai Kepala SKK Migas. 

"Ini bukan kampanye ya, tapi beginilah realita mencari figur yang tepat," kata dia. 

5. Erick menjamin pemilihan pimpinan BUMN tidak didasari faktor KKN tapi objektivitas

Cerita di Balik Layar Menteri Erick Bersih-Bersih BUMN IDN Times/Kevin Handoko

Erick mengatakan pemilihan pimpinan di BUMN bukan dilandasi faktor KKN. Ia mendasari berdasarkan penilaian yang objektif. Sebab, bila pemilihan figur pimpinan BUMN berdasarkan hubungan pertemanan, maka hasil akhirnya sudah tak lagi objektif.

"Jadi, bukan karena dia teman atau sahabat saya," kata Erick. 

Ketika orang-orang itu sudah dipilih, maka mereka harus diberi kesempatan dan harus dievaluasi apakah sudah mencapai target. 

"Saya tidak pernah menilai ini jelek, tetapi bagaimana sesuatu itu harus diimprove atau  figur-figur itu bisa upgrade hal-hal tesebut," ujarnya. 

6. Erick akui dalam proses bersih-bersih BUMN, ia kerap mendapat ancaman

Cerita di Balik Layar Menteri Erick Bersih-Bersih BUMN IDN Times/Kevin Handoko

Ketika ditanya apakah ia pernah menerima ancaman selama proses bersih-bersih BUMN, Erick tak menampik memang ada. Khususnya ketika ia membuka peluang dugaan pelanggaran hukum di Asabri dan Jiwasraya boleh diproses. 

"Tapi ya sudah lah ya. Kita lillahi Ta’alla saja. Ketika diberi kepercayaan, amanah seperti ini, kita tinggal jalankan saja yang terbaik," ujarnya. 

Gimana, kalian terinspirasi dengan gaya kepemimpinan Erick?

https://www.youtube.com/embed/a5PUopi6Jm0

Baca Juga: Erick Thohir Menjawab Sengketa BUMN dengan Perusahaan Keluarganya

Topic:

  • Auriga Agustina
  • Anata Siregar
  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya