Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bahlil Ngadu ke Prabowo Ada Trader Singapura Tarik 2 Kargo Minyak RI
Menteri ESDM Bahlil saat Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa dua kargo minyak yang dibeli Pertamina dari Singapura sempat diminta kembali oleh penjual meski sudah masuk perairan Indonesia.
  • Ia menjelaskan pasar minyak global kini tidak mengikuti hukum ekonomi normal karena stok terbatas dan pihak bermodal besar langsung memborong pasokan yang tersedia.
  • Kementerian ESDM bersama Pertamina melayangkan protes keras, dan setelah ancaman gugatan sesuai arahan Presiden Prabowo, pihak penjual akhirnya setuju mengirim ulang kargo pada 18 Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto adanya persoalan dalam proses pengadaan minyak nasional saat Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026).

Bahlil melaporkan, dua kargo minyak yang dibeli PT Pertamina (Persero) dari Singapura sempat diminta putar balik oleh pihak penjual meski sudah memasuki perairan Indonesia.

"Dua hari lalu, kita sudah membeli minyak dari Singapura, sudah berangkat, ditender oleh Pertamina lewat trader, sudah berangkat, sudah masuk laut Indonesia, kemudian suruh kembali lagi, dua kargo," kata dia dalam paparannya.

Menurut Bahlil, kondisi sektor minyak dunia saat ini sudah tidak mengikuti hukum pasar normal karena barang yang mulai terguncang di pasar global. Dia menyebut siapa pun yang memiliki modal besar cenderung langsung menyambar stok yang ada.

"Jadi perekonomian sekarang untuk urusan minyak ini Pak, hukum normalnya sudah tidak berlaku. Karena siapa ada cuan, dia beli, karena barang susah ini," paparnya.

Merespons insiden tersebut, Kementerian ESDM segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk melayangkan protes keras. Bahlil memastikan pihak penjual akhirnya melunak setelah diancam akan digugat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menjamin dua kargo minyak tersebut akan dikirimkan kembali ke Indonesia pada 18 Maret 2026.

"Kalau tidak, kita gugat, sesuai dengan apa yang Bapak arahkan, tapi kelihatannya mereka agak gertak-gertak dikit, agak takut juga Pak. Jadi tanggal 18 (Maret 2026) udah bisa dibalikin Pak," kata Bahlil.

Editorial Team