- Komisaris Utama : Muhamad Sidik Heruwibowo
- Komisaris Independen : Johanes Kuntjoro Adi S.
- Komisaris Independen : Retno Wahyuni Wijayanti
- Komisaris Independen : Farid Rahman
- Komisaris : Tatang Yuliono.
Bank Raya Rombak Komisaris-Direksi, Ini Susunan Terbarunya

RUPSLB 2026 Bank Raya mengangkat Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis menggantikan Kicky Andrie Davetra, serta menunjuk Tatang Yuliono sebagai Komisaris.
Susunan pengurus terbaru tetap dipimpin Direktur Utama Ida Bagus Ketut Subagia dan Komisaris Utama Muhamad Sidik Heruwibowo; pengangkatan baru efektif setelah uji OJK.
Pada semester I-2026, Bank Raya membukukan laba bersih Rp12,01 miliar, didorong kredit digital Rp16,46 triliun, Digital Saving Rp2,47 triliun, dan 3 juta transaksi aplikasi.
1. Tunjuk Direktur Bisnis baru

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). (Dok. Bank Raya) Pemegang saham mengangkat Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis Bank Raya. Hari menggantikan Kicky Andrie Davetra yang mengundurkan diri setelah mendapatkan penugasan baru di perusahaan BRI Group.
Selain itu, pemegang saham juga mengangkat Tatang Yuliono sebagai Komisaris.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para Pemegang Saham atas dukungan dan persetujuannya terhadap seluruh agenda yang diajukan pada RUPSLB 2026 ini,” kata Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia dikutip Kamis, (8/10/2026).
2. Susunan Komisaris-Direksi Bank Raya terbaru

Bank Raya by BRI. (https://bankraya.co.id) Dengan perubahan itu, berikut susunan Komisaris dan Direksi Bank Raya terbaru.
Dewan Komisaris
Direksi
- Direktur Utama: Ida Bagus Ketut Subagia
- Direktur Keuangan: Rustarti Suri Pertiwi
- Direktur Digital & Operasional: Lukman Hakim
- Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia: Danar Widyantoro
- Direktur Bisnis: Hari Basuki.
“Penyesuaian Pengurus ini diharapkan akan semakin memperkuat kinerja Perseroan dalam menjawab berbagai tantangan ke depan yang akan dihadapi oleh Bank Raya, ucap Bagus.
Pengangkatan tersebut berlaku efektif setelah lulus dalam uji kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
3. Bank Raya cetak laba bersih Rp12,01 miliar

Fitur pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Bank Raya. (dok. Bank Raya) Pada semester I-2026, Bank Raya berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,01 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis kredit digital yang mencerminkan pertumbuhan bisnis pembiayaan yang tetap terjaga.
Hingga semester I-2026, penyaluran kredit digital mencapai Rp16,46 triliun, dan meningkat 22,6 persen (yoy), dengan outstanding kredit digital mencapai Rp3,17 triliun atau tumbuh 21,2 persen (yoy).
Di sisi pendanaan, pertumbuhan bisnis Bank Raya turut ditopang oleh peningkatan Digital Saving yang mencapai Rp2,47 triliun atau tumbuh 66,4 persen (yoy) serta peningkatan transaksi di Aplikasi Raya sebesar 41,2 persen, dan mencapai 3 juta transaksi.





















![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)


