Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bank Raya Bukukan Laba Rp12,01 Miliar di Semester I-2026

Bank Raya Bukukan Laba Rp12,01 Miliar di Semester I-2026
Layanan perbankan digital PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). (dok. Bank Raya)
Intinya Sih
  • Bank Raya membukukan laba bersih Rp12,01 miliar pada semester I-2026, didorong pertumbuhan bisnis kredit digital dan transformasi layanan digital.
  • Penyaluran kredit digital naik 22,6 persen secara tahunan menjadi Rp16,46 triliun; Pinang Dana Talangan menyumbang Rp14,67 triliun kepada 69 ribu agen.
  • Dana digital tumbuh 66,4 persen menjadi Rp2,47 triliun, mengangkat CASA dan NIM; likuiditas serta CAR 40,8 persen berada di atas ketentuan minimum regulator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan laba bersih Rp12,01 miliar per akhir semester I-2026. Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia pertumbuhan itu ditopang bisnis kredit digital yang mencerminkan pertumbuhan bisnis pembiayaan.

"Kinerja pada kuartal II-2026 mencerminkan konsistensi Bank Raya dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital sejalan dengan komitmen perusahaan dalam bertransformasi digital," ujar Bagus dikutip Kamis, (30/7/2026).

1. Penyediaan kredit digital capai Rp16,46 triliun

PHOTO-2026-07-30-17-18-20.jpeg
Layanan perbankan digital PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). (dok. Bank Raya)

Dari sisi penyaluran kredit, kredit digital Bank Raya mencatatkan kenaikan 22,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp16,46 triliun. Posisi outstanding kredit digital turut terkerek 21,2 persen (yoy) mencapai Rp3,17 triliun.

Produk Pinang Dana Talangan yang ditujukan bagi Agen BRILink dan Agen Gadai menjadi penopang utama kredit. Penyaluran produk ini menembus Rp14,67 triliun atau tumbuh 29,1 persen (yoy) kepada 69 ribu agen, dengan outstanding melonjak 48,8 persen (yoy) menjadi Rp1,19 triliun.

2. Dana murah naik, dorong margin bunga bersih ke 5,95 persen

Fitur pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard  (QRIS) di Bank Raya. (dok. Bank Raya)
Fitur pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Bank Raya. (dok. Bank Raya)

Penghimpunan dana digital (digital saving) Bank Raya melesat 66,4 persen (yoy) menjadi Rp2,47 triliun, seiring dengan peningkatan transaksi di Aplikasi Raya sebesar 41,2 persen hingga menyentuh 3 juta transaksi. Pertumbuhan itu mendorong porsi dana murah (CASA) naik menjadi 38,09 persen dari posisi kuartal II-2025 yang sebesar 29,72 persen.

Peningkatan porsi dana murah berimbas pada rasio Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) yang terangkat 104 bps menjadi 5,95 persen.

3. Likuiditas dan permodalan berada di tingkat yang aman

Logo Bank Raya. (dok. Bank Raya)
Logo Bank Raya. (dok. Bank Raya)

Dari segi ketahanan, Bank Raya mencatatkan rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) sebesar 83,31 persen. Rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) berada di level 444,63 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 166,46 persen, jauh melampaui ketentuan minimum regulator sebesar 100 persen.

Tingkat permodalan perseroan juga berada di posisi kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 40,8 persen.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi produk dan layanan digital, menjaga kualitas aset, serta menghadirkan solusi keuangan yang relevan," tutur Bagus.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More