Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BI: Indeks Keyakinan Konsumen Tetap Optimistis di Level 123,5

ilustrasi investor (freepik.com/pch.vector)
ilustrasi investor (freepik.com/pch.vector)
Intinya sih...
  • Keyakinan konsumen naik ditopang oleh kelompok pengeluaran Rp4,1 hingga Rp5 juta
  • Perspesi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini di level 111,4
  • Konsumen makin rajin nabung naik jadi 14,9 persen
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) melaporkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional pada Desember 2025 berada di level 123,5. Meski masih berada di zona optimistis karena di atas 100, realisasi tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan bulan November yang sebesar 124.

“Tetap kuatnya keyakinan konsumen bersumber dari persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan yang masih berada pada level optimistis. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 111,4 dan 135,6,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

1. Keyakinan konsumen naik ditopang oleh kelompok pengeluaran Rp4,1 hingga Rp5 juta

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Ia menjelaskan, berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Desember 2025 meningkat pada kelompok pengeluaran Rp2,1 juta hingga Rp5 juta per bulan. Peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran Rp4,1 juta hingga Rp5 juta.

“Peningkatan IKK hanya terjadi pada kelompok usia 31–40 tahun dengan nilai sebesar 127,4,” tegasnya.

2. Perspesi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini di level 111,4

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Sementara itu, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tercermin pada IKE yang berada di level 111,4. Tetap kuatnya IKE didorong oleh kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang tercatat sebesar 106,5, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 103,7.

Adapun Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (durable goods) tercatat berada di level optimistis, masing-masing sebesar 120,2 dan 107,6.

3. Konsumen makin rajin nabung naik jadi 14,9 persen

ilustrasi tabungan di rumah (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi tabungan di rumah (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Denny menjelaskan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi serta proporsi pembayaran cicilan atau utang (debt to income ratio) masing-masing tercatat sebesar 74,3 persen dan 10,8 persen.

“Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan atau saving to income ratio tercatat sedikit meningkat menjadi 14,9 persen,” ungkapnya.

Selain itu, proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi sedikit menurun pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama kelompok Rp4,1 juta hingga Rp5 juta. Sebaliknya, porsi pendapatan yang ditabung meningkat pada seluruh kelompok pengeluaran, terutama pada kelompok Rp3,1 juta hingga Rp4 juta sebesar 15,5 persen serta Rp4,1 juta hingga Rp5 juta sebesar 15,7 persen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Aliran Modal Asing Sentuh Rp1,44 Triliun di Pekan Pertama Januari 2026

10 Jan 2026, 08:05 WIBBusiness