Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PT SMI Danai 129 PSN, Gelontorkan Rp125 Triliun hingga Akhir 2025

PT SMI Danai 129 PSN, Gelontorkan Rp125 Triliun hingga Akhir 2025
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah dan Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti dalam Media Briefing PT SMI. (IDN Times/Triyan)
Intinya Sih
  • PT SMI telah menyalurkan pembiayaan Rp125 triliun untuk 129 Proyek Strategis Nasional hingga akhir 2025, dengan total nilai proyek mencapai Rp692 triliun.
  • Pembiayaan terbesar difokuskan pada sektor jalan tol, transportasi, energi, air minum, serta infrastruktur sosial melalui skema pinjaman langsung, sindikasi, dan KPBU.
  • Lima dari delapan misi Asta Cita pemerintah telah terealisasi lewat proyek PT SMI, sementara outstanding pembiayaan naik menjadi Rp94,46 triliun pada 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) telah menyalurkan pembiayaan kepada 129 Proyek Strategis Nasional (PSN) hingga akhir 2025. Total komitmen yang dikucurkan mencapai Rp125 triliun, dengan nilai keseluruhan proyek sebesar Rp692 triliun.

Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti menjelaskan, porsi pembiayaan perseroan setara sekitar 18,06 persen dari total nilai proyek yang dibiayai.

“Untuk saat ini SMI sudah mendanai 129 proyek PSN dengan total komitmen Rp125 triliun dan nilai proyek Rp692 triliun,” ujar Aradita dalam Media Briefing PT SMI di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

1. Sektor yang dibiayai PT SMI

PT SMI Danai 129 PSN, Gelontorkan Rp125 Triliun hingga Akhir 2025
Jalan Tol Betung (Sp.Sekayu) – Tempino – Jambi Seksi 4. (Dok. Hutama Karya)

Berdasarkan sektornya, pembiayaan terbesar terserap pada proyek jalan tol, transportasi, energi, pengelolaan air minum, serta infrastruktur sosial seperti rumah sakit dan fasilitas pendidikan. Dari sisi skema, pendanaan dilakukan melalui kombinasi pinjaman langsung, pembiayaan sindikasi, serta kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Terkait target pembiayaan PSN tahun ini, Aradita menjelaskan, PT SMI akan terus mendukung berbagai proyek PSN pemerintah di tahun ini dan proyek infrastruktur prioritas.

2. Lima dari delapan proyek Asta Cita telah direalisasikan

PT SMI Danai 129 PSN, Gelontorkan Rp125 Triliun hingga Akhir 2025
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah dan Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti dalam Media Briefing PT SMI. (IDN Times/Triyan)

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, pembiayaan PT SMI pada berbagai proyek infrastruktur sesuai dengan misi Asta Cita pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Saat ini, lima dari delapan misi Asta Cita tersebut telah PT SMI wujudkan dalam proyek-proyek infrastruktur. Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai daftar proyeknya, Reynaldi enggan merinci. 

"Lima dari delapan Asta Cita pemerintah itu kami sudah biayai. Jadi cukup besar proyek-proyek yang merupakan bagian daripada program pemerintah saat ini dalam konteks Asta Cita itu," ujar Reynaldi.

3 Outstanding pembiayaan meningkat menjadi Rp94,46 triliun pada 2025

PT SMI Danai 129 PSN, Gelontorkan Rp125 Triliun hingga Akhir 2025
ilustrasi pembiayaan (pexels.com/@pixabay)

PT SMI adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan yang berfungsi sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk membiayai pembangunan infrastruktur Indonesia. Didirikan pada 26 Februari 2009, PT SMI fokus pada pembiayaan proyek (jalan, energi terbarukan, kesehatan, pariwisata), konsultasi, dan pengembangan proyek untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Komitmen pembiayaan PT SMI hingga akhir 2025 mencapai Rp168,74 triliun, naik dari Rp148,89 triliun pada 2024. Secara rinci, pembiayaan sektor korporasi mendominasi sebesar Rp130,96 triliun atau sekitar 78 persen dari total, sementara sektor publik menyumbang Rp3,78 triliun atau 22 persen.

Sejalan dengan itu, outstanding pembiayaan juga meningkat menjadi R94,46 triliun pada 2025, dibanding Rp93,99 triliun pada 2024. Porsi terbesar tetap berasal dari pembiayaan korporasi sebesar Rp78,89 triliun, sedangkan publik Rp15,57 triliun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More