Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bos Danantara Sampaikan Peluang Saham BUMN di Tengah Tekanan MSCI
Menteri Investasi dan Hilirisasi/BPKM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Rosan Perkasa Roeslani menilai koreksi harga saham di BEI membuka peluang investasi jangka panjang.

  • Valuasi perusahaan, termasuk BUMN dan sektor perbankan, disebut relatif rendah meski fundamentalnya masih kuat.

  • Peluang investasi juga terlihat pada sektor infrastruktur dan telekomunikasi di tengah tekanan pasar setelah konsultasi MSCI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (16/10/2026)

Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa koreksi harga saham dan valuasi yang rendah dapat menjadi peluang investasi jangka panjang di BEI, Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rosan Perkasa Roeslani menilai koreksi harga saham di BEI menjadi peluang investasi jangka panjang.
  • Who?
    Chief Executive Officer BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan penilaian tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
  • When?
    Jumat (16/10/2026), di tengah tekanan terhadap pasar modal Indonesia.
  • Why?
    Valuasi sejumlah perusahaan, termasuk BUMN, relatif rendah setelah terjadi koreksi harga saham.
  • How?
    Kesempatan itu ditujukan bagi investor dengan orientasi jangka panjang, termasuk pada sektor perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rosan dari Danantara melihat harga saham di Indonesia sedang turun dan nilainya cukup rendah. Ia bilang ini bisa jadi kesempatan untuk orang yang mau berinvestasi lama. Perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi masih punya dasar yang kuat. Pasar sedang tertekan setelah MSCI mengumumkan konsultasi tentang perubahan klasifikasi pasar Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Koreksi harga saham membuka ruang bagi investor berorientasi jangka panjang untuk melihat kembali perusahaan dengan valuasi relatif rendah. Keyakinan terhadap fundamental sektor perbankan, serta peluang pada infrastruktur dan telekomunikasi, menunjukkan masih adanya pilihan investasi di pasar modal Indonesia meski sedang menghadapi tekanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani menilai koreksi harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi peluang bagi investor untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Pasalnya, valuasi sejumlah perusahaan yang tercatat di bursa, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), saat ini relatif rendah.

Itu disampaikan di tengah tekanan terhadap pasar modal Indonesia setelah MSCI Inc mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

"Kalau kita lihat valuasi dari perusahaan-perusahaan kita yang melantai di bursa termasuk yang dimiliki oleh badan usaha milik negara itu valuasinya sangat boleh dibilang boleh dikatakan rendah pada saat ini ya karena terjadinya koreksi," katanya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi investor yang berorientasi jangka panjang, bukan sekadar membeli saham untuk kemudian menjualnya kembali dalam waktu singkat.

Dia meyakini fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa masih kuat. Salah satu sektor yang disorot adalah perbankan, yang dinilai memiliki fundamental solid meskipun valuasinya rendah.

"Tapi contohnya kita lihat dari sektor perbankan kita sangat baik, solid, tapi valuasinya mungkin di bawah one time price to book value gitu ya kan dan ini di bawah average dari median valuasi di peersnya di industrinya," ujar dia.

Selain perbankan, Rosan melihat peluang investasi pada perusahaan di sektor infrastruktur dan telekomunikasi. Menurutnya, kondisi pasar saat ini merupakan kesempatan bagi investor untuk masuk ke pasar modal Indonesia dengan orientasi jangka panjang.

"Justru dari sisi kami selalu melihat bahwa ini adalah opportunity untuk kita sebagai long term investment di pasar modal Indonesia untuk masuk bersama-sama beserta di beserta ekosistem yang kami ada," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article