Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Boy Thohir-Anindya Bakrie Pede IHSG Rebound, Diramal Tembus 9.000
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • IHSG turun 34,74 persen pada semester I-2026, ditutup di level 5.643,19 per 30 Juni setelah sempat mencapai rekor 9.002,92 pada Januari 2026.
  • Boy Thohir optimistis IHSG akan pulih dan naik berkali lipat berkat fundamental ekonomi yang kuat serta dukungan positif dari pemerintah.
  • Anindya Bakrie yakin IHSG bisa cetak rekor baru dalam tiga tahun ke depan namun tetap mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
IHSG turun banyak sekali tahun ini, dulu sempat tinggi banget di angka sembilan ribu. Sekarang sudah mulai naik sedikit lagi. Om Boy Thohir bilang nanti bisa naik banyak kalau semua kerja sama dan pemerintah bantu. Om Anindya Bakrie juga yakin bisa pecah rekor baru, tapi dia bilang orang harus tetap hati-hati kalau mau investasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun IHSG sempat melemah tajam, keyakinan dua tokoh bisnis besar seperti Boy Thohir dan Anindya Bakrie menunjukkan adanya optimisme kuat terhadap ketahanan pasar modal Indonesia. Mereka menilai fundamental ekonomi tetap solid dan dukungan pemerintah positif, mencerminkan kepercayaan bahwa pemulihan bukan hanya mungkin terjadi, tetapi juga berpotensi melampaui capaian sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami penurunan selama semester I-2026. Tercatat, IHSG merosot hingga 34,74 persen, dengan mengakhiri perdagangan di level 5.643,19 per 30 Juni 2026.

Pada Jumat (10/7/2026), IHSG ditutup pada level 5.924,36, menguat 11,92 poin atau 0,2 persen. IHSG sempat terkoreksi hingga menyentuh 5.887,84 hari ini.

Padahal, IHSG sempat menyentuh level 9.002,92 pada 8 Januari 2026 lalu, dan bertahan di level 8 ribu-an sampai Februari 2026.

Salah satu penyebab anjloknya IHSG adalah sentimen negatif investor terhadap evaluasi penyedia indeks global atas pasar modal Indonesia, misalnya dari MSCI Inc, S&P Dow Jones Indices (DJI), dan FTSE Russel.

Melihat kondisi itu, bagaimana pendapat pelaku bisnis Indonesia terhadap tren IHSG ke depannya? Simak pembahasannya sebagai berikut.

1. Boy Thohir yakin IHSG bakal naik berkali lipat

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Presiden Komisaris PT Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sekaligus Vice President Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), Garibaldi “Boy” Thohir meyakini IHSG bisa kembali pulih, dengan penguatan berkali-kali lipat.

“Saya rasa, saya sangat optimis, karena kalau kita lihat track record belakang, kan pernah tuh saham berapa, terus naik berapa kali lipat," kata Boy Thohir di Gedung BEI, Jumat.

Dia mengatakan, pasar modal Indonesia dilindungi kondisi fundamental yang baik, beserta adanya dukungan positif dari pemerintah.

“Jadi, saya rasa nanti kita dengan pemerintah sama-sama lah. So far tentunya dukungan dari pemerintah juga sangat positif, cuma ya kalau bisa lebih, lebih bagus lagi," ucap Boy Thohir.

2. Bakal cetak rekor baru lagi

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Senada, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Anindya Bakrie bahkan meyakini IHSG bisa kembali menorehkan rekor terbaru alias all time high (ATH). Artinya, bisa melampaui rekor terakhir di 9.002,92 pada awal tahun.

"Saya bisa mengatakan begini, dalam jangka waktu tiga tahun, ini indeks bukan hanya kembali normal, akan lebih daripada sebelumnya," tutur Anindya.

3. Tetap hati-hati saat berinvestasi

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Auriga Agustina)

Anindya mengatakan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia salah satu yang menjadi alasan dirinya optimistis. Meski begitu, KADIN tetap mengingatkan semua pihak berhati-hati saat investasi.

“Tentu kita harus hati-hati, tidak bisa menafikkan, segala macam feedback harus dijawab dengan bekerja,” tutur Anindya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article