Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami penurunan selama semester I-2026. Tercatat, IHSG merosot hingga 34,74 persen, dengan mengakhiri perdagangan di level 5.643,19 per 30 Juni 2026.
Pada Jumat (10/7/2026), IHSG ditutup pada level 5.924,36, menguat 11,92 poin atau 0,2 persen. IHSG sempat terkoreksi hingga menyentuh 5.887,84 hari ini.
Padahal, IHSG sempat menyentuh level 9.002,92 pada 8 Januari 2026 lalu, dan bertahan di level 8 ribu-an sampai Februari 2026.
Salah satu penyebab anjloknya IHSG adalah sentimen negatif investor terhadap evaluasi penyedia indeks global atas pasar modal Indonesia, misalnya dari MSCI Inc, S&P Dow Jones Indices (DJI), dan FTSE Russel.
Melihat kondisi itu, bagaimana pendapat pelaku bisnis Indonesia terhadap tren IHSG ke depannya? Simak pembahasannya sebagai berikut.
