Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BTPN Syariah Ajukan Buyback Saham hingga Rp1 Triliun
RUPST BTPN Syariah. (Dok BTPN Syariah)
  • BTPN Syariah mengajukan buyback saham maksimal Rp1 triliun melalui RUPSLB.

  • Aksi korporasi dirancang dengan mempertimbangkan pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, pelayanan nasabah, dan aturan yang berlaku.

  • Hingga semester I-2026, laba bersih mencapai Rp655 miliar dengan aset Rp23 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
semester I-2026

BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp655 miliar. Total aset tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi Rp23 triliun, sementara pembiayaan meningkat menjadi Rp11 triliun.

Selasa (13/10/2026)

Direktur BTPN Syariah Arief Ismail menyampaikan rencana buyback saham maksimal Rp1 triliun melalui RUPSLB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BTPN Syariah mengajukan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp1 triliun.
  • Who?
    PT Bank BTPN Syariah Tbk dan Direktur BTPN Syariah Arief Ismail.
  • Where?
    Rencana buyback diajukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB.
  • When?
    Rencana tersebut disampaikan dalam keterangan Arief Ismail pada Selasa (13/10/2026).
  • Why?
    Aksi korporasi ditujukan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan.
  • How?
    Buyback dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kebutuhan bisnis, prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan peraturan yang berlaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BTPN Syariah mau membeli kembali sahamnya sampai Rp1 triliun. Rencana ini dibahas dalam rapat pemegang saham. Direktur Arief Ismail bilang perusahaan percaya pada kekuatan bisnisnya. Sampai semester pertama 2026, bank ini mendapat laba Rp655 miliar dan asetnya tumbuh. Rencana buyback tetap memperhatikan kebutuhan bisnis dan nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rencana buyback menunjukkan BTPN Syariah menyatakan keyakinan terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjangnya. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kebutuhan bisnis, pelayanan nasabah, pengembangan bisnis inti, serta tata kelola. Kinerja semester I-2026 juga mencatat laba, pertumbuhan aset, dan peningkatan pembiayaan yang mendukung gambaran kondisi perusahaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) mengajukan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp1 triliun melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Aksi korporasi tersebut ditujukan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan.

"Rencana aksi korporasi ini merupakan bentuk keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang BTPN Syariah," kata Direktur BTPN Syariah Arief Ismail dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

1. BTPN Syariah jaga pertumbuhan bisnis dan risiko

BTPN Syariah/Dok. BTPN Syariah

Arief mengatakan, BTPN Syariah berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, dan nilai bagi pemegang saham.

Menurutnya, kinerja yang sehat, tata kelola yang baik, serta pelatihan dan pendampingan berkelanjutan menjadi fondasi untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Dengan kondisi permodalan yang kuat, kami tetap memiliki kapasitas untuk menjalankan strategi pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai yang optimal bagi para pemegang saham," ujar Arief.

2. Buyback tetap perhatikan kebutuhan bisnis

ilustrasi saham (IDN Times/Aditya Pratama)

Pelaksanaan buyback akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis. Perusahaan juga tetap berfokus pada pelayanan nasabah, pengembangan bisnis inti, dan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat mass-market Indonesia.

Pelaksanaan aksi korporasi tersebut akan mengacu pada prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. BTPN Syariah catat laba Rp655 miliar pada semester I-2026

Ilustrasi laporan keuangan. (IDN Times/Aditya Pratama)

BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp655 miliar hingga semester I-2026. Pada periode yang sama, total aset perusahaan tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi Rp23 triliun.

Pembiayaan juga meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp11 triliun. Dari sisi rasio keuangan, BTPN Syariah mencatat Return on Assets (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article