BTPN Syariah Kantongi Laba Bersih Semester I-2026 Rp655 Miliar

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) mencatatkan laba bersih semester I-2026 mencapai Rp655 miliar.
Laba bersih BTPN Syariah tumbuh 2 persen dibanding semester I-2025 senilai Rp644 miliar.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad mengatakan, kinerja laba BTPN Syariah ditopang kualitas pembiayaan yang sehat.
Jakarta, IDN Times - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) mencatatkan laba bersih semester I-2026 sebesar Rp655 miliar. Realisasi tersebut tumbuh 2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp644 miliar.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad mengatakan, kinerja laba BTPN Syariah ditopang kualitas pembiayaan yang sehat. Ini mencerminkan perilaku unggul yang dilakukan nasabah dalam mengelola usaha serta efektivitas pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh BTPN Syariah.
1. Perkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan sehat dan bertumbuh lebih beragam

Bagi BTPN Syariah, kualitas pembiayaan tidak hanya mencerminkan kesehatan bisnis bank, tetapi juga menjadi indikator tumbuhnya kapasitas dan daya tahan nasabah.
"Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami," kata dia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Dia menyakini, semakin besar dampak yang diberikan BTPN Syariah kepada nasabah maka dapat menciptakan pertumbuhan berkelanjutan yang semakin kuat.
"Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan," ujarnya.
2. BTPN Syariah terus berikan akses keuangan dan pendampingan segmen ultramikra

BTPN Syariah selama 12 tahun terakhir memberikan akses keuangan sekaligus pendampingan bagi segmen ultramikro dalam mengembangkan usaha dan menciptakan kehidupan yang lebih berarti bagi keluarga mereka. Pendampingan yang dilakukan berfokus dalam membangun empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu atau BDKS, agar mampu bertahan dalam berbagai situasi.
Pada saat yang sama, BTPN Syariah juga membuka ruang pertumbuhan baru pada pengembangan pembiayaan nonkomunitas yang merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, seperti pinjaman individu serta pinjaman kepada lembaga non keuangan. Melalui perluasan segmen pembiayaan ini, Bank berupaya memperkuat fondasi bisnis, membuka peluang pertumbuhan baru dan berkelanjutan, serta menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan.
3. Penyaluran pembiayaan tumbuh 9 persen sepanjang semester I-2026

Adapun penyaluran pembiayaan BTPN Syariah sepanjang semester I tahun ini mencapai Rp11 triliun. Angka ini tumbuh 9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan rasio keuangan yang tetap solid, tercermin dari Return on Asset (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7 persen.
Sementara itu, aset perusahaan mencapai Rp23,3 triliun. Angka ini tumbuh 8 persen dibanding semester I-2025 sebesar Rp21,66 triliun.




















