Jakarta, IDN Times – Industri gula nasional kembali menjadi sorotan setelah mencuatnya kabar kerugian BUMN PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau SugarCo sebesar Rp680 miliar.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria membeberkan kerugian yang ditanggung SugarCo ialah akibat kebocoran gula kristal rafinasi (GKR) impor di pasar. Sebagai informasi, SugarCo adalah Sub Holding Komoditi Gula PTPN III (Persero) Holding Perkebunan.
Menurut Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), perusahaan pelat merah tersebut memegang amanah rakyat. Kerugian sebesar Rp680 miliar seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah.
"SGN itu kan milik rakyat. Kenapa bisa rugi sebanyak itu? Apakah di setiap periode atau interval waktu tidak diadakan evaluasi?" ujar Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, Rabu (15/4/2026).
