Jakarta, IDN Times – Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan Camino De Flores: The Sacred Journey of Flores sebagai perjalanan wisata baru untuk mendukung pemulihan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa bumi.
Program ini menggabungkan perjalanan jalan kaki, wisata religi, kekayaan budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Inisiatif tersebut juga diharapkan dapat memperluas persebaran wisatawan yang selama ini terkonsentrasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers peluncuran Camino De Flores di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Berikut sejumlah hal menarik dari Camino De Flores.
