Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEO Washington Post Mundur usai Pengumuman PHK Massal
potret gedung kantor The Washington Post (commons.wikimedia.org/Michael Fleischhacker)

Intinya sih...

  • Serikat pekerja menyambut baik pengunduran diri Will Lewis, menilai Lewis sudah gagal membawa Washington Post kembali ke masa kejayaannya.

  • PHK massal dilakukan untuk efisiensi karena tantangan finansial yang memaksa mereka memangkas pegawai dalam jumlah massif.

  • Gelombang PHK ini menuai respons negatif dari para pegawai dan warga AS, yang menyatakan keberatannya terhadap PHK massal yang menimpa ratusan karyawan Washington Post.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) The Washington Post, Will Lewis, mengundurkan diri dari jabatannya pada Sabtu (7/2/2026) malam waktu setempat. Pengunduran diri ini dilakukan usai Washington Post mengumumkan PHK massal terhadap karyawannya beberapa waktu lalu.

"Semuanya, setelah 2 tahun transformasi di The Washington Post, sekarang adalah waktu yang tepat bagiku untuk mundur. Aku ingin berterima kasih kepada Jeff Bezos atas dukungan dan kepemimpinannya selama masa jabatanku sebagai CEO dan Penerbit. Lembaga ini tidak mungkin memiliki pemilik yang lebih baik," ujar Lewis, seperti dilansir Usa Today.

Posisi Lewis sementara ini akan digantikan oleh Chief Financial Officer (CFO) Washington Post, Jeff D'Onofrio. D'Onofrio yang baru bergabung dengan Washington Post pada Juni 2025 lalu akan menjabat sebagai CEO hingga CEO baru untuk menggantikan Lewis resmi ditunjuk. 

1. Serikat pekerja The Washington Post respons positif pengunduran diri Will Lewis

ilustrasi serikat pekerja (pexels.com/Genie Music)

Serikat pekerja The Washington Post menyambut baik pengunduran diri Will Lewis dari kursi CEO. Bahkan, mereka menyebut pengunduran diri Lewis sudah ditunggu-tunggu sejak lama sebab mereka menilai Lewis sudah gagal membawa Washington Post kembali ke masa kejayaannya. 

“Kepergian Will Lewis sudah lama ditunggu-tunggu. Warisannya akan berupa upaya penghancuran sebuah institusi jurnalisme Amerika Serikat yang hebat,” bunyi pernyataan serikat pekerja Washington Post.

“Namun, belum terlambat untuk menyelamatkan Washington Post. Jeff Bezos harus segera membatalkan PHK ini atau menjual surat kabar tersebut kepada seseorang yang bersedia berinvestasi di masa depan,” lanjut pernyataan itu.

2. The Washington Post melakukan PHK massal untuk efisiensi

potret logo The Washington Post (unsplash.com/appshunter.io)

The Washington Post sendiri mengumumkan gelombang PHK massal pada Rabu (4/2) lalu. Pengumuman itu langsung disampaikan oleh Editor Eksekutif Washington Post, Matt Murray.

Dalam pernyataannya, Murray mengatakan, langkah ini diambil untuk efisiensi. Saat ini, Washington Post sedang mengalami tantangan finansial yang memaksa mereka untuk memangkas pegawai dalam jumlah massif. 

Murray menyampaikan, gelombang PHK kali ini akan berdampak kepada sepertiga total karyawan Washington Post, termasuk 300 jurnalis dari dalam dan luar negeri. Semua departemen yang ada di perusahaan juga akan terdampak PHK. Namun, departemen berita lokal, berita olahraga, dan berita internasional jadi yang paling terdampak. 

3. Para pegawai protes PHK massal The Washington Post

ilustrasi pegawai yang terkena PHK (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Gelombang PHK ini menuai respons negatif dari para pegawai The Washington Post. Salah satu jurnalis isu perkotaan, Michael Brice-Saddler menyebut, kebijakan PHK tersebut merupakan bentuk pengekangan terhadap kebebasan pers di Amerika Serikat (AS).

"Di saat kita menyaksikan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pers dan sentimen anti atau negatif terhadap jurnalis hanya karena melakukan pekerjaan mereka, sangat berbahaya untuk mengurangi staf dengan cara ini," kata Brice-Saddler dilansir France 24.

Selain dari para pegawai, warga AS juga turut merespons PHK massal di Washington Post. Pada Kamis (5/2), ratusan warga AS berdemo di depan kantor pusat Washington Post di Washington DC. Dalam demo tersebut, warga AS menyatakan keberatannya terhadap PHK massal yang menimpa ratusan karyawan Washington Post.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team