Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Prabowo Mobil Maungnya Pernah Bocor saat Hujan
Presiden Prabowo Subianto dalam Munas HIPMI pada Rabu (10/6/2026). (YouTube/ Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalaman mobil dinasnya, Maung buatan PT Pindad, yang sempat bocor saat hujan.
  • Prabowo menegaskan kebanggaannya menggunakan produk dalam negeri meski mobil tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum sempurna.
  • Ia tetap memilih memakai Maung sebagai simbol dukungan terhadap karya anak bangsa, meski menghadapi kendala teknis seperti kebocoran dan suara keras di medan berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto bercerita mobil dinas kepresidenan MV3 Garuda Limousine atau Maung yang diproduksi PT Pindad (Persero) pernah bocor saat hujan. Mulanya, Prabowo menyampaikan kebanggaannya terhadap mobil Maung karena dibuat oleh anak bangsa.

"Karena saya Presiden, saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak-anak Indonesia," ujar Prabowo dalam pidatonya di pembukaan Munas Hipmi yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/9/2026).

Prabowo mengatakan, mobil Maung tidak luput dari kesalahan. Sebab, progresnya masih dalam pengembangan.

"Jadi, jadi saya mengerti ini kan mobil baru satu dua tahun kita bangun iya kan, yang namanya suatu yang baru ya mungkin tidak sebagus kalau saya pakai BMW atau Mercedes ya kan," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo kemudian menceritakan sunroof mobil Maungnya pernah bocor saat hujan.

"Nah, suatu saat saya ini suka tidur di mobil ya, saya suka tidur di mobil jadi suatu saat saya lagi tidur di mobil, tahu-tahu karena hujan deras di luar, saya tidur, tek-tek, saya bangun rupanya bocor," ucap dia.

"Ya namanya baru ya kan. Ya aku kirim kembalilah ke ini kan buatan Pindad. Aku bilang, ‘Eh Pindad, tolonglah bocornya dikurangi gitu loh’," sambungnya.

Meski demikian, Prabowo tak masalah dengan hal tersebut. Menurutnya, itu masih bisa diperbaiki.

"Habis itu pakai mobil ya naik gunung, gledak-gledak. Tapi, ‘gledak’ enggak apa-apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," ujarnya.

Editorial Team

Related Article