Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Danantara Kaji Struktur Baru Pertagas-PGN, Termasuk Opsi Penggabungan

3 min read
Danantara Kaji Struktur Baru Pertagas-PGN, Termasuk Opsi Penggabungan
Ilustrasi layanan Pertagas. (Dok. Pertagas).
  • Pemerintah masih mengkaji sejumlah pilihan struktur untuk Pertagas, PGN, dan perusahaan gas lainnya.

  • Perusahaan yang menjadi holding belum ditetapkan karena setiap skema masih dibandingkan berdasarkan biaya dan manfaat.

  • Pertagas diarahkan mengembangkan bisnis midstream dan downstream, termasuk penyaluran gas ke rumah melalui jaringan gas dan uji coba CNG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah mengkaji kemungkinan menggabungkan atau menata PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Namun, belum ada keputusan mengenai pola yang akan digunakan.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, mengatakan ada beberapa pilihan struktur yang sedang dikaji.

Di sisi lain, perusahaan gas nantinya akan diarahkan untuk bermain di sektor midstream dan downstream, mencakup kegiatan penyaluran hingga pemanfaatan gas oleh konsumen.

"Ini sedang kita kaji. Ya, bagaimana nanti polanya, tetapi yang paling penting adalah perusahaan gas kita nanti akan main di midstream dan downstream, ya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (1/10/2026).

  1. 1. Struktur Pertagas dan PGN masih dikaji

    Ilustrasi layanan Pertagas. (Dok. Pertagas).
    Ilustrasi layanan Pertagas. (Dok. Pertagas).

    Dony mengatakan pemerintah masih menyiapkan beberapa pilihan struktur untuk Pertagas, PGN, dan perusahaan gas lainnya. Karena itu, dia belum dapat menyampaikan perusahaan mana saja yang nantinya akan berada dalam struktur tersebut.

    Menurut Dony, setiap pilihan masih dikaji untuk melihat mana yang memberikan manfaat paling sesuai bagi Indonesia. Pembahasan mengenai struktur tersebut juga masih berjalan. Setiap pilihan masih dikaji untuk melihat mana yang memberikan manfaat paling sesuai.

    "Ini ada beberapa pilihan struktur yang kita lakukan, mana yang terbaik ya nantinya antara Pertagas, PGN, dan lain sebagainya," ujar Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) itu.

  2. 2. Holding Pertagas dan PGN belum diputuskan

    WhatsApp Image 2026-06-18 at 14.50.25.jpeg
    Pertagas Group Perkuat Dukungan Energi Bagi Industri di KEK Sei Mangkei (Dok. Pertagas)

    Dony mengatakan perusahaan yang akan menjadi holding juga belum diputuskan. Pemerintah masih melihat cost and benefit (biaya serta manfaat) dari setiap skema yang sedang dibahas. Setiap pilihan akan dibandingkan untuk melihat manfaat yang dihasilkan.

    "Kita lihat kalau skemanya seperti ini manfaatnya apa, kalau skemanya begini manfaatnya apa, kita pilih yang terbaik nanti yang tentunya, ya," tuturnya.

  3. 3. Pertagas akan masuk bisnis midstream dan downstream

    PGN berkomitmen mengurangi beban beban subsidi dan impor energi, melalui pengembangan jargas rumah tangga yang masif. (dok. PGN)
    PGN berkomitmen mengurangi beban beban subsidi dan impor energi, melalui pengembangan jargas rumah tangga yang masif. (dok. PGN)

    Dony mengaku juga telah melakukan pembahasan dengan Pertamina Gas mengenai perubahan model bisnis perusahaan. Pertagas nantinya akan diarahkan untuk bermain di sektor midstream dan downstream.

    Secara sederhana, midstream mencakup kegiatan pengangkutan dan penyaluran gas, seperti melalui jaringan pipa. Sementara, downstream berkaitan dengan penyaluran dan pemanfaatan gas hingga sampai ke konsumen.

    Dalam perubahan model bisnis tersebut, Dony mengatakan pemerintah ingin perusahaan gas lebih banyak menyalurkan gas melalui jaringan gas atau jargas hingga ke rumah-rumah.

    Pemerintah juga akan melakukan uji coba di beberapa kota dengan model CNG (compressed natural gas). Gas akan disalurkan ke rumah-rumah melalui skema tersebut.

    "Kalau ini bisa kita lakukan, kita akan trial di beberapa kota dulu, install ke rumah-rumah dengan model CNG nanti ya. Ini sedang kita coba. Efeknya adalah kita tidak perlu lagi impor LPG, kan," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More