Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Dalam kesempatan itu, Dahlan pun mengenang kembali masa saat mobil listrik hijau karya Dasep Ahmadi mendapat cemoohan publik karena dianggap tidak realistis bagi infrastruktur Indonesia. Dia turut mengklarifikasi insiden di Jalan Thamrin yang sempat disebut mogok, padahal merupakan bagian dari pengujian kapasitas baterai hingga habis untuk mengetahui batas maksimal ketahanan energi.
"Ketika habis itu sudah di Jalan Thamrin, kurang beberapa meter sampai kantor BPPT. Tapi saya ingat waktu itu omongan masyarakat luar biasa bahwa dicemooh luar biasa tapi ya begitulah penelitian ya kan?" kata Dahlan.
Menanggapi hal itu, Dasep menyebut keraguan masyarakat saat itu, termasuk dari kalangan akademisi, sebagai hal yang wajar dalam sebuah riset. Dia menegaskan, perhitungan teknis baterai 21 kWh miliknya saat itu terbukti akurat mencapai jarak 130 kilometer.
Menanggapi hal tersebut, Dasep menyebut keraguan masyarakat saat itu, termasuk dari kalangan akademisi, sebagai hal yang wajar dalam sebuah riset. Dia menegaskan, perhitungan teknis baterai 21 kWh miliknya saat itu terbukti akurat mencapai jarak 130 kilometer (km).
"Ya kita namanya seorang peneliti, seorang engineer memang harus siap menghadapi itu. Kadang-kadang, tentu yang terbaik kalau kita sudah berkarya dihargai. Tapi kalaupun enggak dihargai, ya sudah enggak apa-apa," katanya menanggapi.