Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam merespons kenaikan harga minyak global akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Sebaliknya, pemerintah akan menjaga defisit APBN melalui efisiensi belanja operasional serta peningkatan penerimaan negara. Dengan langkah tersebut, pemerintah menargetkan defisit tetap berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara.
"Tadi dalam rapat dengan Bapak Presiden, arahan yang disampaikan adalah menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen," ujar Airlangga dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/3/2026).
