Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah yang saat ini telah menembus Rp18 ribu per dolar AS memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat. Banyak yang mulai membandingkan kondisi saat ini dengan krisis moneter 1997, awal dari krisis ekonomi dan politik terbesar dalam sejarah Indonesia.
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai kondisi saat ini memang perlu diwaspadai. Namun, dia menegaskan, pelemahan rupiah ke level Rp18 ribu per dolar AS belum bisa langsung disamakan dengan krisis seperti yang terjadi pada 1997.
Lalu, apakah krisis moneter 1997 benar-benar berpotensi terulang pada 2026?
