Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Proses merger itu diawali dengan pengambilalihan saham perusahaan manajemen aset oleh PT Danantara Asset Management (DAM).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 2 April 2026 lalu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan transaksi afiliasi, di mana DAM mengambil alih 100 persen saham MMI.
Saham MMI sebelumnya dikantongi oleh PT Mandiri Sekuritas (Mansek) yang merupakan anak usaha Bank Mandiri, dengan porsi kepemilikan sebesar 99,93 persen. Sisanya, 0,07 persen saham MMI dimiliki oleh Koperasi Konsumen Pegawai Bank Mandiri atau Mandiri MCO.
Dengan transaksi itu, DAM mengambil alih 1.499 lembar saham MMI milik Mansek, dan 1 lembar saham MMI milik Mandiri MCO. Nilai transaksinya Rp1,02 triliun.
DAM juga mencaplok 65 persen saham atau setara 19,5 juta lembar saham PT BRI Manajemen Investasi (MI) dengan nilai transaksi Rp975 miliar. Sisanya, yakni 35 persen saham atau setara 10,5 juta lembar saham BRI MI dikantongi oleh PT Danareksa (Persero).
Sementara itu, pada BNI Asset Management (BNI AM), DAM mencaplok 39,96 juta lembar saham atau 99,9 persen saham BNI AM dengan nilai transaksi Rp359,64 miliar. Sebelumnya, 99,9 persen saham BNI AM dikantongi oleh BNI Sekuritas yang merupakan anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.