Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dilebur Jadi Satu, Bisnis Menajemen Aset BUMN Sisakan Mandiri MI
Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)

  • Empat anak usaha BUMN di bidang manajemen aset, yaitu Mandiri MI, BRI MI, BNI AM, dan PNM IM akan dilebur menjadi satu entitas dengan Mandiri Manajemen Investasi sebagai perusahaan yang bertahan.
  • Merger ini menjadikan Mandiri Manajemen Investasi sebagai perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia untuk mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN dan meningkatkan efisiensi serta nilai tambah bagi negara.
  • Proses merger diawali dengan akuisisi saham oleh PT Danantara Asset Management senilai lebih dari Rp2 triliun terhadap Mandiri MI, BRI MI, dan BNI AM melalui transaksi afiliasi di Bursa Efek Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 April 2026

PT Bank Mandiri mengumumkan transaksi afiliasi di mana PT Danantara Asset Management mengambil alih 100 persen saham PT Mandiri Manajemen Investasi serta mayoritas saham BRI Manajemen Investasi dan BNI Asset Management.

7 Juli 2026

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan bahwa merger empat anak usaha manajemen aset BUMN akan menyisakan Mandiri Manajemen Investasi sebagai entitas bertahan dan menjadi perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Empat perusahaan manajemen aset milik BUMN dilebur menjadi satu entitas, dengan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) ditetapkan sebagai perusahaan yang tetap beroperasi setelah merger.
  • Who?
    Perusahaan yang terlibat adalah PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management. Prosesnya dipimpin oleh PT Danantara Asset Management dan disampaikan oleh Dony Oskaria.
  • Where?
    Proses penggabungan dilakukan di Jakarta dan diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia serta pernyataan resmi dari Badan Pengaturan BUMN.
  • When?
    Transaksi pengambilalihan saham berlangsung pada 2 April 2026, sementara keterangan resmi mengenai merger disampaikan pada Selasa, 7 Juli 2026.
  • Why?
    Merger dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, memperkuat tata kelola, serta menambah daya tarik investasi bagi investor domestik maupun asing.
  • How?
    PT Danantara Asset Management mengambil alih saham mayoritas dari empat perusahaan manajemen aset tersebut dengan total nilai transaksi mencapai triliunan rupiah sebelum meleburkannya menjadi satu entitas di bawah MMI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Empat perusahaan milik negara yang ngurus uang dan aset digabung jadi satu. Namanya nanti tinggal Mandiri Manajemen Investasi. Ada juga perusahaan Danantara yang beli banyak saham supaya bisa gabungin semuanya. Sekarang Mandiri Manajemen Investasi jadi paling besar di Indonesia dan mau bikin aset negara lebih bagus, lebih rapi, dan bisa bantu ekonomi tumbuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Merger empat perusahaan manajemen aset BUMN yang menyisakan Mandiri Manajemen Investasi sebagai entitas utama menunjukkan langkah strategis untuk memperkuat efisiensi dan tata kelola aset negara. Dengan penggabungan ini, potensi integrasi portofolio menjadi lebih besar, produktivitas aset meningkat, dan kepercayaan investor terhadap pengelolaan aset nasional dapat semakin diperkuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebanyak empat anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bisnis manajemen aset akan dilebur (merger).

Empat perusahaan itu adalah PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management (PNM IM).

Proses itu akan menyisakan Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menjadi surviving entity.

1. Jadi perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia

Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Melalui merger tersebut, MMI akan menjadi perusahaan asset management terbesar di Indonesia yang mampu mengintegrasikan portofolio aset, memperkuat kapabilitas dan tata kelola, meningkatkan efisiensi pengelolaan, serta memperbesar daya tarik investasi.

"Streamlining itu bukan tujuan akhir, yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara," ujar Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).

2. Buat tingkatkan produktivitas aset BUMN

Danantara Indonesia umumkan merger 4 BUMN manajemen aset. (Dok. BP BUMN)

Harapannya, upaya itu mampu meningkatkan produktivitas aset BUMN dan memperkuat kepercayaan investor.

Merger itu juga diharapkan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

3. Danantara caplok saham MI Himbara

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Proses merger itu diawali dengan pengambilalihan saham perusahaan manajemen aset oleh PT Danantara Asset Management (DAM).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 2 April 2026 lalu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan transaksi afiliasi, di mana DAM mengambil alih 100 persen saham MMI.

Saham MMI sebelumnya dikantongi oleh PT Mandiri Sekuritas (Mansek) yang merupakan anak usaha Bank Mandiri, dengan porsi kepemilikan sebesar 99,93 persen. Sisanya, 0,07 persen saham MMI dimiliki oleh Koperasi Konsumen Pegawai Bank Mandiri atau Mandiri MCO.

Dengan transaksi itu, DAM mengambil alih 1.499 lembar saham MMI milik Mansek, dan 1 lembar saham MMI milik Mandiri MCO. Nilai transaksinya Rp1,02 triliun.

DAM juga mencaplok 65 persen saham atau setara 19,5 juta lembar saham PT BRI Manajemen Investasi (MI) dengan nilai transaksi Rp975 miliar. Sisanya, yakni 35 persen saham atau setara 10,5 juta lembar saham BRI MI dikantongi oleh PT Danareksa (Persero).

Sementara itu, pada BNI Asset Management (BNI AM), DAM mencaplok 39,96 juta lembar saham atau 99,9 persen saham BNI AM dengan nilai transaksi Rp359,64 miliar. Sebelumnya, 99,9 persen saham BNI AM dikantongi oleh BNI Sekuritas yang merupakan anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

Curated For You

Editorial Team

Related Article