Dilebur Jadi Satu, Bisnis Menajemen Aset BUMN Sisakan Mandiri MI

- Empat anak usaha BUMN di bidang manajemen aset, yaitu Mandiri MI, BRI MI, BNI AM, dan PNM IM akan dilebur menjadi satu entitas dengan Mandiri Manajemen Investasi sebagai perusahaan yang bertahan.
- Merger ini menjadikan Mandiri Manajemen Investasi sebagai perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia untuk mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN dan meningkatkan efisiensi serta nilai tambah bagi negara.
- Proses merger diawali dengan akuisisi saham oleh PT Danantara Asset Management senilai lebih dari Rp2 triliun terhadap Mandiri MI, BRI MI, dan BNI AM melalui transaksi afiliasi di Bursa Efek Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak empat anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bisnis manajemen aset akan dilebur (merger).
Empat perusahaan itu adalah PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management (PNM IM).
Proses itu akan menyisakan Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menjadi surviving entity.
1. Jadi perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia

Melalui merger tersebut, MMI akan menjadi perusahaan asset management terbesar di Indonesia yang mampu mengintegrasikan portofolio aset, memperkuat kapabilitas dan tata kelola, meningkatkan efisiensi pengelolaan, serta memperbesar daya tarik investasi.
"Streamlining itu bukan tujuan akhir, yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara," ujar Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
2. Buat tingkatkan produktivitas aset BUMN

Harapannya, upaya itu mampu meningkatkan produktivitas aset BUMN dan memperkuat kepercayaan investor.
Merger itu juga diharapkan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
3. Danantara caplok saham MI Himbara

Proses merger itu diawali dengan pengambilalihan saham perusahaan manajemen aset oleh PT Danantara Asset Management (DAM).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 2 April 2026 lalu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan transaksi afiliasi, di mana DAM mengambil alih 100 persen saham MMI.
Saham MMI sebelumnya dikantongi oleh PT Mandiri Sekuritas (Mansek) yang merupakan anak usaha Bank Mandiri, dengan porsi kepemilikan sebesar 99,93 persen. Sisanya, 0,07 persen saham MMI dimiliki oleh Koperasi Konsumen Pegawai Bank Mandiri atau Mandiri MCO.
Dengan transaksi itu, DAM mengambil alih 1.499 lembar saham MMI milik Mansek, dan 1 lembar saham MMI milik Mandiri MCO. Nilai transaksinya Rp1,02 triliun.
DAM juga mencaplok 65 persen saham atau setara 19,5 juta lembar saham PT BRI Manajemen Investasi (MI) dengan nilai transaksi Rp975 miliar. Sisanya, yakni 35 persen saham atau setara 10,5 juta lembar saham BRI MI dikantongi oleh PT Danareksa (Persero).
Sementara itu, pada BNI Asset Management (BNI AM), DAM mencaplok 39,96 juta lembar saham atau 99,9 persen saham BNI AM dengan nilai transaksi Rp359,64 miliar. Sebelumnya, 99,9 persen saham BNI AM dikantongi oleh BNI Sekuritas yang merupakan anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.




![[QUIZ] Tes Seberapa Siap Kamu untuk Mulai Berbisnis Dari Quiz Ini!](https://image.idntimes.com/post/20230920/startup-594090-1280-d6d6a0f4e90d5fb0c2c5b5669d828c83.jpg)







![[QUIZ] Dari Golongan Darahmu, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20240228/lisanto-fjxa21l-ihw-unsplash-a5b9962b3fc7f3cf62c097d65b42212c.jpg)





