Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bahlil Ungkap Harga Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal

Bahlil Ungkap Harga Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Bahlil Lahadalia menegaskan harga ekspor listrik Indonesia ke Singapura belum mencapai kesepakatan karena masih mencari titik win-win bagi kedua negara.
  • Nota kesepahaman ekspor listrik telah ditandatangani setahun lalu, namun pembahasan regulasi, harga, dan perizinan masih terus berlangsung di bawah koordinasi Kementerian ESDM.
  • Ekspor listrik akan dijalankan dengan skema business to business (B2B), melibatkan kerja sama antara BUMN maupun perusahaan swasta dari Indonesia dan Singapura.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, harga ekspor listrik Indonesia ke Singapura belum mencapai kesepakatan. Pemerintah masih melakukan pembahasan karena belum ada titik temu yang saling menguntungkan.

"Harganya belum, harganya belum deal, belum win-win, ya. Nanti tunggu," kata Bahlil kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

1. Aturan jual beli listrik menunggu kesepakatan harga

Ilustrasi tarif listrik | IDN Times
Ilustrasi tarif listrik | IDN Times

Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal itu mengatakan, aturan jual beli listrik akan dibuat setelah harga ekspor disepakati. Saat ini, pemerintah masih menunggu hasil negosiasi harga sebelum menyusun aturan teknis terkait transaksi tersebut.

"Kalau sudah ada, kalau sudah ada harganya, baru saya buat aturannya, ya," ujar Bahlil.

2. MoU ekspor listrik sudah ditandatangani sejak setahun lalu

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) ekspor listrik sudah ditandatangani setahun lalu. Namun, prosesnya masih berjalan. Pembahasan yang masih berlangsung mencakup regulasi, harga, dan perizinan yang menjadi kewenangan Kementerian ESDM.

"Gini, ekspor listrik itu, MoU-nya sudah saya tandatangani satu tahun lalu. Namun, itu prosesnya masih berjalan, negosiasinya masih berjalan," kata dia.

3. Ekspor listrik dilakukan lewat skema B2B

IMG_5544.jpeg
Ilustrasi tiang listrik. (IDN Times/Teri).

Bahlil menjelaskan, pelaksanaan ekspor listrik nantinya menggunakan skema business to business (B2B). Kerja sama dapat dilakukan antara BUMN Indonesia melalui Danantara dengan BUMN Singapura maupun antarperusahaan swasta.

"Bisa BUMN Danantara dengan BUMN-nya Singapura, ataupun opsi lain swasta dengan swasta. Yang penting memenuhi syarat dalam aturan dan saling menguntungkan. Itu paling penting, ya," kata dia.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More