Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diserang Rusia, Industri Baja Ukraina Tutup Perdana dalam 100 Tahun
tampak dari atas pabrik baja di Kamianske, Ukraina (unsplash.com/voznenko_artur)
  • Industri baja Ukraina berhenti total selama sepekan pada September, pertama kalinya dalam sekitar 100 tahun, setelah serangan Rusia menghancurkan pabrik dan menewaskan sejumlah pekerja.
  • Perusahaan besar seperti ArcelorMittal Kryvyi Rih, Metinvest, dan Petrovsky menghentikan operasi akibat serangan berulang, penutupan Laut Hitam, serta pembatasan akses pasar Uni Eropa.
  • Pemulihan pascaperang diperkirakan mahal setelah tujuh fasilitas peleburan milik Metinvest dan ArcelorMittal hancur; pemerintah belum memiliki rencana pembangunan kembali meski perusahaan meminta bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Industri baja Ukraina terpaksa berhenti beroperasi untuk pertama kalinya dalam 100 tahun terakhir. Penutupan ini disebabkan serangan Rusia dan penutupan Laut Hitam pada Sabtu (26/9/2026). 

Sementara itu, industri metalurgi baja merupakan industri terbesar kedua Ukraina di bawah pertanian. Serangan Rusia yang menyasar sektor metal ini sebagai bagian untuk merusak infrastruktur retail Ukraina. 

1. Sebut Ukraina tidak produksi baja dalam sepekan

Direktur Eksekutif Metinvest, Oleksandr Vodoviz mengatakan bahwa terdapat sepekan di mana Ukraina tidak memproduksi satu ton baja pada bulan September. Menurutnya, kejadian ini adalah yang pertama kali dalam setahun. 

“Semua pabrik produksi baja sudah dihancurkan. Bahkan sasaran tidak hanya mengenai satu kali, tapi beberapa kali. Sejumlah orang tewas dan kami terpaksa tidak beroperasi,” tuturnya, dikutip dari BNE Intellinews. 

Beberapa perusahaan baja terbesar di Ukraina, seperti ArcelorMittal Kryvyi Rih, Metinvest, Petrovsky sudah menjadi sasaran Rusia dalam sebulan terakhir. Kondisi ini membuat perusahaan tersebut menghentikan operasionalnya. 

2. Industri metalurgi Ukraina terdampak berbagai tekanan

Selain jadi sasaran serangan Rusia, industri metalurgi Ukraina juga mendapat tekanan lainnya, seperti penutupan Laut Hitam. Selain itu, pengurangan akses produk baja untuk masuk ke Uni Eropa (UE) imbas penetapan tarif kuota sejak Juli. 

Dilansir EFE, sudah ada upaya untuk memulihkan kembali salah satu fasilitas peleburan baja di Zaporizhstal. Namun, tak berselang lama, Rusia meluncurkan serangan dan berisiko menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. 

3. Pemulihan pabrik baja membutuhkan biaya mahal

Pada saat yang sama, Vodoviz mengungkapkan bahwa pemulihan pabrik peleburan baja pasca-perang akan sangat sulit dan membutuhkan biaya besar. Diketahui lima dari fasilitas peleburan baja Metinvest dan dua fasilitas milik ArcelorMittal Kryvyi Rih hancur. 

Perusahaan tersebut sudah meminta pemerintah untuk membantu dan menerima tawaran sebesar 2 juta hryvnia (Rp803,5 juta) hingga 5 juta hryvnia (Rp2 miliar). Namun, pemerintah masih belum memiliki rencana untuk membangun kembali pabrik baja yang hancur.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article