Jakarta, IDN Times - Distribusi daging kurban berpotensi tidak merata lantaran ada kesenjangan pendapatan. Kesenjangan yang lebar terjadi antara daerah perkotaan Jawa dengan wilayah lainnya. Potensi kurban terbesar datang dari wilayah aglomerasi utama Jawa yang mayoritas kelas menengah muslim dengan daya beli tinggi berada.
“Dari sekitar 5,6 juta keluarga muslim kelas menengah-atas Indonesia, 71 persen di antaranya berada di Jawa. Dan dari sekitar 4,0 juta keluarga muslim sejahtera di Jawa ini, 2,0 juta di antaranya berada di Jabodetabek dan 1,0 juta lainnya tersebar di Bandung Raya, Surabaya Raya, Yogyakarta Raya, Semarang Raya dan Malang Raya,” ungkap peneliti Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Askar Muhammad pada diskusi virtual ‘Ekonomi Kurban 2020’, Rabu (15/7/2020).
