Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Imbas Pandemik Corona, Penjualan Hewan Kurban di Tulungagung Lesu

Imbas Pandemik Corona, Penjualan Hewan Kurban di Tulungagung Lesu
Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban di Tulungagung lesu, IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Tulungagung,IDN Times - Meskipun Hari Raya Iduladha tinggal dua pekan lagi, namun penjualan hewan kurban di Pasar Hewan Beji, Kabupaten Tulungagung masih lesu. Jumlah pembeli hewan kurban menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lesunya trasaksi ini diduga merupakan imbas pandemik corona.

1. Pembeli menurun hingga 50 persen

Ilustrasi Iduladha. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Ilustrasi Iduladha. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Noto Susilo, salah seorang penjual hewan kurban di pasar tersebut menuturkan, jumlah pembeli saat ini menurun hingga 50 persen dibanding tahun lalu. Jika biasanya dua pekan menjelang kurban banyak pembeli, namun sekarang cenderung sepi. Padahal, banyak pilihan hewan kurban dengan kualitas bagus yang tersedia.

"Sekarang banyak sapi maupun kambing untuk hewan kurban berkualitas, namun pembelinya sedikit," tuturnya kepada IDN Times, Rabu (15/07/2020).

2. Harga relatif stabil seperti tahun lalu

Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban di Tulungagung lesu, IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban di Tulungagung lesu, IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Harga hewan kurban yang dijual di pasar ini juga relatif stabil dan tidak mengalami perubahan. Untuk Kambing dijual mulai harga Rp1,8 juta, sedangkan sapi mulai Rp20 juta. Kondisi hewan tersebut juga bagus dan sudah memenuhi syarat dijadikan hewan kurban. Namun hal tersebut tidak membawa dampak signifikan terhadap penjualan hewan kurban.

"Harga relatif stabil dan tidak berubah, yang berubah pembelinya lebih sedikit," keluhnya.

3. Penjualan lesu, imbas pandemik corona

Ilustrasi hewan kurban (IDN TimesBramanta Pamungkas)
Ilustrasi hewan kurban (IDN TimesBramanta Pamungkas)

Pandemik corona yang terjadi saat ini diduga menjadi salah satu penyebabnya. Sebagai salah satu upaya bertahan, para penjual hewan kurban ini juga melayani pembeli langsung di kandang. Mereka juga berharap pembeli akan meningkat mendekati perayaan Hari Raya Iduladha.

"Ini masih ada waktu dua pekan lagi, kami hanya bisa berharap pembelinya bisa bertambah," harapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bramanta Pamungkas
EditorBramanta Pamungkas
Follow Us

Latest in News

See More

Kronologi WNA Australia Masuk Ilegal, Terbang Tanpa Dokumen

09 Apr 2026, 16:59 WIBNews