Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Sebut Taiwan Sepakat Beli 30 Persen Gas dari Proyek LNG Alaska
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (x.com/WhiteHouse)
  • Donald Trump mengklaim Taiwan akan membeli 30 persen LNG dari proyek Alaska selama 20 tahun; Menteri Perdagangan AS menyebut komitmen investasi Taiwan sebesar 4,4 miliar dolar AS.

  • CPC Corp Taiwan telah menyepakati pembelian LNG dan investasi pipa pada 2025, sementara rincian klaim terbaru belum jelas dan pemerintah Taiwan belum menanggapi langsung.

  • Proyek LNG Alaska menargetkan ekspor 20 juta ton per tahun, masih membutuhkan kontrak tambahan serta pendanaan; investasi Korea Selatan juga belum final di tengah tekanan Trump.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Taiwan sepakat membeli 30 persen gas alam cair (LNG) dari proyek Alaska selama 20 tahun. Ia menyampaikan, klaim tersebut dalam acara kampanye di Wasilla, Alaska pada Selasa (13/10/2026).

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan bahwa Taiwan juga berkomitmen menginvestasikan 4,4 miliar dolar AS (setara Rp78,69 triliun) untuk pengembangan proyek tersebut. Akan tetapi, belum jelas apakah kesepakatan pembelian yang diumumkan Trump telah mencapai tahap final.

1. Taiwan telah menyepakati pembelian LNG dari Alaska

potret bendera Taiwan (unsplash.com/Roméo A.)

Dilansir CNBC, perusahaan energi milik negara Taiwan, CPC Corp, telah mencapai kesepakatan dengan Alaska Gasline Development Corp pada 2025 untuk membeli LNG sekaligus berinvestasi dalam proyek pipa tersebut. Meskipun begitu, ketentuan kesepakatan yang diumumkan Trump belum dijelaskan secara terperinci.

Gubernur Alaska sebelumnya mengatakan, Taiwan telah menandatangani letter of intent untuk membeli 6 juta metrik ton LNG per tahun dari proyek tersebut. Sementara itu, Kementerian Perekonomian Taiwan belum memberikan tanggapan langsung mengenai pernyataan terbaru Trump.

2. Proyek LNG Alaska membutuhkan kesepakatan tambahan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (x.com/WhiteHouse)

Proyek LNG Alaska dirancang mengekspor hingga 20 juta ton gas per tahun jika selesai dibangun. Proyek tersebut telah mengantongi kesepakatan pembelian untuk 13 juta ton per tahun dari pembeli di Asia dan perusahaan energi asal Prancis, TotalEnergies.

Proyek itu masih membutuhkan kesepakatan tambahan untuk 3 juta ton LNG per tahun dan harus mengubahnya menjadi perjanjian yang mengikat guna memperoleh pendanaan. Pengembang proyek, Glenfarne, menargetkan pengiriman gas pertamanya pada 2029.

3. Trump menekan Korea Selatan untuk berinvestasi

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung (commons.wikimedia.org/Republic of Korea)

Partisipasi Korea Selatan (Korsel) dalam proyek LNG Alaska diketahui belum final. Trump sebelumnya mengatakan Seoul telah sepakat berinvestasi dalam proyek senilai 54 miliar dolar AS (setara Rp965,75 triliun) tersebut, tetapi pemerintah Korsel menyatakan keputusan investasinya masih belum ditetapkan.

Trump mengancam akan menaikkan pungutan terhadap Korsel dan menggandakannya jika Seoul tidak segera menandatangani kesepakatan. Ia tidak memerinci pungutan yang dimaksud, sementara media Korsel berspekulasi bahwa ancaman tersebut berkaitan dengan kenaikan tarif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article