Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

WTON Bangun Proyek di Luar Negeri, MRT Manila dan Fasilitas LNG Alaska

WTON Bangun Proyek di Luar Negeri, MRT Manila dan Fasilitas LNG Alaska
Proyek MMS di Manila yang dikerjakan WIKA Beton (dok. WTON)
Intinya Sih
  • WIKA Beton memperluas ekspansi internasional dengan terlibat dalam proyek Metro Manila Subway di Filipina dan rencana pembangunan fasilitas LNG di Alaska, Amerika Serikat.
  • Melalui anak usaha WIKA Kobe, perusahaan memasok komponen lintasan kereta bawah tanah senilai kontrak 110 juta dolar AS tanpa mengeluarkan belanja modal tambahan.
  • Selain proyek MMS, WIKA Beton juga tengah menjajaki peluang kerja sama untuk proyek North-South Commuter Railway sepanjang 100 kilometer di Filipina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton semakin memperluas ekspansinya di kancah internasional. Hal itu dilakukan dengan terlibat dalam pembangunan proyek Metro Manilla Subway (MMS) di Filipina dan rencana proyek fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) di Alaska, Amerika Serikat (AS).

Dalam proyek MMSP, WIKA Beton berpartisipasi melalui entitas anak usahanya PT Wijaya Karya Komponen Beton (WIKA Kobe) yang akan memasok komponen penting pada sistem lintasan kereta.

Proyek ini didukung oleh pembiayaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan dilaksanakan oleh Colas Rail sebagai kontraktor trackwork. Sementara, WIKA Beton tidak mengeluarkan modal belanja alias Capital Expenditure (Capex).

1. Pembuatan segmental tunnel

Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)
Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara mengatakan, pihaknya berkontribusi dalam membuat segmental tunnel atau terowongan penghubung dan memasok komponen lintasan kereta bawah tanah dalam proyek tersebut.

"Tahun ini mungkin baru sekitar 30 persen karena masih banyak. Masalah di sana juga sama kayak kita. Kadang-kadang masalah tanah, belum terlalu bebas gitu kan. Masalah-masalah klasik proyek yang seperti itu, jadi sekarang sekitar 30 persen,” kata Kuntjara kepada awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/4/2026).

2. Nilai kontrak pembangunan MMS

Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)
Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)

Kuntjara menambahkan, proyek MMS memiliki nilai kontrak 110 juta dolar AS atau sekitar Rp1,87 triliun. Selain itu, Kuntjara juga menjelaskan, WIKA Beton kini tengah dalam pembicaraan untuk proyek North-South Commuter Railway (NSCR) dengan panjang 100 kilometer.

"North-South Commuter Railway, jadi kalau tadi (Metro Manila) di dalam kota, kalau NSCR itu misalnya dari Tangerang ke Bekasi lah. Itu lebih panjang lagi. Lagi ketika sedang ikuti,” ujar Kuntjara.

3. Rencana pengerjaan proyek di Alaska

Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)
Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)

Proyek internasional lainnya yang disebut Kuntjara akan dikerjakan WIKA Beton berlokasi di Alaska, AS. Meski begitu, Kuntjara masih belum banyak menjelaskan terkait proyek yang sudah melewati tahap MoU tersebut.

"Baru MoU sama saya. Itu merupakan fasilitas gas production LNG," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More