Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dony Oskaria Bantah Harga Pertamax Naik karena Dana Pertamina Menipis

Dony Oskaria Bantah Harga Pertamax Naik karena Dana Pertamina Menipis
Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Dony Oskaria menegaskan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 disebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia, bukan karena dana Pertamina yang menipis.
  • Kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut telah mendapat persetujuan resmi dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia setelah melalui proses di kementerian terkait.
  • Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter, namun Dony memastikan hal ini tidak berdampak pada inflasi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria membeberkan alasan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 naik.

Alasan utama ialah kenaikan harga minyak mentah dunia. Dia mengatakan, pemerintah juga tidak bisa terus menahan kenaikan harga produk bahan bakar minyak (BBM) tersebut.

Seperti yang diketahui, Pertamax dan Pertamax Green 95 menjadi produk BBM yang tak mengalami kenaikan selama lebih dari tiga bulan, terhitung sejak 1 Maret 2026.

“Itu memang kan, memang mandatnya kalau Pertamax itu harus mengikuti harga pasar kan. Kalau tidak nanti masa ditanggung terus-terusan?” kata Dony di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

1. Bantah tudingan dana Pertamina menipis buat menahan kenaikan harga Pertamax

Kantor pusat PT Pertamina (Persero). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Kantor pusat PT Pertamina (Persero). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dony membantah harga Pertamax naik karena dana Pertamina menipis untuk menahan kenaikannya.

“Oh bukan, ini juga perlu diluruskan. Teman-teman, makanya harus lebih memahami. Danantara itu kan berlaku secara komersial. Karena itu bahwa memang di Undang-Undangnya juga untuk yang non-subsidi itu mengikuti harga pasar,” ucap Dony.

2. Sudah sesuai persetujuan Bahlil

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dony mengatakan, kenaikan harga Pertamax sudah mengantongi persetujuan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

“Dan itu sudah melewati proses dengan Menteri ESDM. Jadi Kementerian ESDM melalui Dirjen menyepalkati untuk melakukan itu,” tutur Dony.

3. Tak akan berdampak pada inflasi

PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak ada pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax (dok. Pertamina)
PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak ada pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax (dok. Pertamina)

Adapun harga Pertamax dari semula Rp12.300 per liter, naik Rp3.950 atau 32,11 persen menjadi Rp16.250 per liter. Kemudian, harga Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900, naik menjadi Rp17 ribu per liter. Kenaikannya mencapai Rp4.100 per liter atau 31,8 persen.

Dony menilai, kenaikan harga Pertamax tak akan berdampak pada inflasi, karena kategori konsumennya adalah kalangan menengah ke atas, bukan untuk industri dan transportasi massal.

“Bukan untuk industri, bukan untuk transportasi massal itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri. Jadi tidak akan berdampak terhadap inflasi. Tidak usah terlalu khawatir dan kita harus optimis dan tenang,” ujar dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More