Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Menurutnya, pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap APBN seiring perubahan kondisi ekonomi. Dari postur awal APBN, pemerintah melakukan rekalibrasi terhadap outlook penerimaan dan belanja.
Pada Juni 2026, outlook penerimaan negara diperkirakan meningkat seiring kenaikan harga komoditas dan mulai optimalnya implementasi Coretax. Di sisi lain, belanja negara juga diproyeksikan meningkat sehingga berdampak terhadap kenaikan defisit APBN, meski demikian, pemerintah memastikan defisit tetap dijaga pada level yang kredibel, yakni di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Kita akan jaga terus defisit APBN di tingkat yang kredibel, di bawah 3 persen terhadap PDB dan ini menjadi pekerjaan rumah besar, karena sekarang kita harus menjaga kredibilitas anggaran pendapatan dan belanja negara,” ujarnya.
Selain menjalankan fungsi sebagai shock absorber, APBN juga diarahkan untuk memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah menempatkan sejumlah program pendidikan dan peningkatan kualitas generasi muda sebagai prioritas.
Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menilai terdapat sejumlah perbaikan dalam pelaksanaan program tersebut dalam beberapa bulan terakhir, khususnya dari sisi pengelolaan.
“Dalam beberapa bulan terakhir kita bisa melihat di bawah kepemimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, terjadi perbaikan mengenai pengelolaan,” katanya.
Selain MBG, pemerintah menjalankan program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga kelompok desil 1 dan 2. Program tersebut dirancang dengan konsep boarding school untuk memberikan akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan.
“Jangan ada generasi berikutnya yang harus terekspos kepada kemiskinan,” ujarnya.
Pemerintah juga mengembangkan Sekolah Unggul Garuda bagi siswa berprestasi. Program tersebut menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB) dengan harapan lulusannya mampu bersaing di tingkat internasional dan menjadi kebanggaan Indonesia.
Selain itu, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan nasional.