Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertumbuhan Ekonomi RI Era Purbaya vs Sri Mulyani dalam Setahun

3 min read
Pertumbuhan Ekonomi RI Era Purbaya vs Sri Mulyani dalam Setahun
Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati serahkan Jabatan Menkeu ke Purbaya. (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • Purbaya Yudhi Sadewa dicopot sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026 setelah sekitar satu tahun enam hari menjabat, lalu digantikan Suahasil Nazara.
  • Rata-rata pertumbuhan ekonomi pada empat kuartal periode Purbaya mencapai 5,33 persen, lebih tinggi 0,34 poin persentase dibandingkan 4,99 persen pada empat kuartal terakhir Sri Mulyani.
  • Pertumbuhan pada periode Purbaya konsisten di atas 5 persen, sedangkan periode terakhir Sri Mulyani sempat di bawah 5 persen; pertumbuhan dipengaruhi berbagai faktor ekonomi dan kebijakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times -Purbaya Yudhi Sadewa harus mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan setelah sekitar satu tahun enam hari berada di kursi bendahara negara. Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya pada 14 September 2026 dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Pergantian tersebut menarik untuk melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode Purbaya dibandingkan dengan satu tahun terakhir Sri Mulyani Indrawati sebelum menyerahkan kursi Menteri Keuangan kepada Purbaya pada 9 September 2025.

Jika dibandingkan berdasarkan periode empat kuartal terakhir masing-masing menjabat, pertumbuhan ekonomi Indonesia sama-sama berada di kisaran 5 persen. Namun, laju pertumbuhan pada masing-masing periode menunjukkan dinamika yang berbeda.

  1. 1. Empat kuartal terakhir era Sri Mulyani, ekonomi tumbuh rata-rata 4,99 persen

    Screenshot 2025-09-02 163411.jpg
    Menteri Keuangan Sri Mulyani rapat bersama Komite IV DPD RI. (IDN Times/Triyan).

    Pada satu tahun terakhir Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, yakni dari kuartal III-2024 hingga kuartal II-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat berada di bawah level 5 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 4,95 persen pada kuartal III-2024. Pertumbuhan kemudian naik menjadi 5,02 persen pada kuartal IV-2024.

    Memasuki 2025, pertumbuhan ekonomi kembali melambat menjadi 4,87 persen pada kuartal I. Namun, ekonomi kembali menguat menjadi 5,12 persen pada kuartal II-2025. Dengan demikian, rata-rata sederhana pertumbuhan ekonomi dalam empat kuartal terakhir Sri Mulyani menjabat berada di sekitar 4,99 persen.

  2. 2. Pertumbuhan ekonomi 4 kuartal sebelum masa jabatan berakhir

    IMG-20260826-WA0048.jpg
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan).

    Sementara itu, pada masa satu tahun Purbaya, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,39 persen pada kuartal IV-2025 setelah ekonomi kuartal III-2025 masih berlangsung pada masa transisi pergantian Menteri Keuangan. Namun, pertumbuhan ekonomi pada periode Purbaya menunjukkan penguatan dibandingkan rata-rata empat kuartal terakhir Sri Mulyani. Pada kuartal III-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen secara tahunan. Pertumbuhan kemudian meningkat menjadi 5,39 persen pada kuartal IV-2025.

    Memasuki 2026, pertumbuhan ekonomi kembali menguat menjadi 5,61 persen pada kuartal I. Angka tersebut kemudian melambat menjadi 5,29 persen pada kuartal II-2026. Dengan demikian, rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam empat kuartal tersebut mencapai sekitar 5,33 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 4,99 persen pada empat kuartal terakhir Sri Mulyani.

    Jika dibandingkan secara rata-rata, pertumbuhan ekonomi pada periode Purbaya tercatat lebih tinggi sekitar 0,34 poin persentase dibandingkan periode empat kuartal terakhir Sri Mulyani. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya peningkatan rata-rata laju pertumbuhan ekonomi dari 4,99 persen menjadi 5,33 persen dalam perbandingan kedua periode tersebut.

  3. 3. Pertumbuhan ekonomi era Purbaya konsisten di atas 5 persen

    Infografis Kontroversi Purbaya Selama Jabat Menkeu.
    Infografis Kontroversi Purbaya Selama Jabat Menkeu. (IDN Times/Anjani Asra)

    Jika dilihat dari pergerakan kuartalan, pertumbuhan ekonomi pada periode Purbaya juga berada di atas 5 persen dalam seluruh empat kuartal tersebut. Sementara pada periode terakhir Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi sempat turun ke 4,95 persen pada kuartal III-2024 dan 4,87 persen pada kuartal I-2025.

    Meski demikian, angka tersebut tidak serta-merta menggambarkan kinerja seorang Menteri Keuangan secara tunggal. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor-impor, kebijakan moneter Bank Indonesia, kondisi ekonomi global, harga komoditas hingga kebijakan pemerintah lainnya.

    Selain itu, terdapat perbedaan kondisi ekonomi dan kebijakan yang melatarbelakangi masing-masing periode. Karena itu, perbandingan pertumbuhan ekonomi ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran kinerja ekonomi pada dua periode kepemimpinan Menteri Keuangan, bukan sebagai ukuran tunggal keberhasilan atau kegagalan masing-masing menteri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More