Jakarta, IDN Times - Eropa diprediksi mampu menghadapi larangan impor gas Rusia yang diusulkan Komisi Eropa mulai 2028. Hal ini disampaikan oleh CEO TotalEnergies SE, Patrick Pouyanne, dalam wawancara dengan BFM Business pada Sabtu (5/7/2025). Pouyanne menyoroti perkembangan kapasitas ekspor gas alam cair (LNG) baru dari Amerika Serikat (AS) dan Qatar sebagai kunci ketahanan energi Eropa.
Pernyataan Pouyanne mencerminkan optimisme terhadap strategi diversifikasi energi Eropa. Dengan meningkatnya pasokan LNG dari negara-negara seperti AS dan Qatar, Eropa diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada gas Rusia tanpa mengorbankan keamanan energi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Uni Eropa untuk memperkuat independensi energi pasca-konflik Ukraina.