Jakarta, IDN Times - PT Freeport Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam pengembangan tambang bawah tanah. Nilai investasi yang digelontorkan setiap tahun mencapai miliaran dolar AS.
“Kemudian tadi tanya soal investasi. Soal investasi, kita sekarang ini masih terus investasi, di tambang bawah tanah itu sekitar 1 sampai 1,5 billion dollar every year. Jadi ada 15 triliun, setidaknya 15 triliun tiap tahun kita investasi,” kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam sesi bertajuk “Global Trade and Investment: Positioning Indonesia as a Key Player” di Indonesia Summit 2025 yang berlangsung di The Tribrata, Jakarta pada Rabu (27/8/2025).
Tony menegaskan, keberadaan Freeport menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah. “Dan keberadaan Freeport itu berkontribusi kepada PDRB nasional ya. Itu 0,75 persen, hampir satu persen terhadap PDB nasional. Kepada PDRB Provinsi Papua Tengah , 71 persen. Kepada Kabupaten Mimika itu lebih dari 90 persen,” kata Tony.
Menurutnya, peran Freeport tidak hanya melalui kontribusi langsung, tetapi juga lewat efek ganda dari belanja operasional dan investasi.
“Investasi baik yang dalam bentuk OPEX, CAPEX itu kan meng-create multiplier effect yang cukup besar,” kata Tony.
Dia juga beranggapan, perusahaan tambang kerap menjadi main driver untuk daerah. “Jadi kalau bicara investasi memang perusahaan-perusahaan tambang ini sebagai main driver di daerah-daerah yang relatively tidak banyak industri lainnya, kan hampir selalu di remote area,”kata Tony.
Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.