ilustrasi lembur (pexels.com/Ron Lach)
Kombinasi antara PHK yang meningkat dan rekrutmen yang lambat memicu fenomena yang disebut sebagai “job-hugging”. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika pekerja memilih bertahan di pekerjaan lama demi rasa aman. Mereka enggan mengambil risiko berpindah kerja karena takut sulit mendapatkan pengganti. Situasi ini membuat mobilitas tenaga kerja melambat.
Daniel Zhao menilai bahwa rasa cemas pekerja gak selalu sejalan dengan data resmi. Walaupun peluang kehilangan pekerjaan belum melonjak drastis, persepsi ancaman tetap tinggi. Ketidakpastian ini membuat banyak orang merasa terjebak di pekerjaan yang gak sepenuhnya memuaskan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa menahan laju pertumbuhan karier dan produktivitas.
Kenaikan PHK tanpa diiringi lonjakan rekrutmen menjadi sinyal penting bahwa pasar kerja Amerika Serikat sedang memasuki fase penuh kehati-hatian. Data menunjukkan kondisi masih terlihat stabil, tapi perasaan pekerja berkata sebaliknya.
Ketimpangan antara angka resmi dan realitas di lapangan menciptakan ketidakpastian yang luas. Sektor tertentu seperti teknologi dan logistik menjadi contoh nyata bagaimana koreksi bisa terjadi setelah masa ekspansi besar.
Bagi kamu yang mengikuti dinamika ekonomi global, situasi ini menjadi pengingat bahwa dunia kerja bisa berubah cepat. Kesiapan beradaptasi dan memahami tren pasar kerja menjadi kunci supaya gak kaget menghadapi perubahan ke depan.