Comscore Tracker

Tan Siok Tjien, Istri Pendiri Gudang Garam yang Jadi Konglomerat Dunia

Dia ada di jajaran orang dan perempuan terkaya dunia

Jakarta, IDN Times - Miliarder Indonesia kembali mencatatkan namanya dalam daftar konglomerat dunia. Dia juga sekaligus perempuan terkaya di Indonesia, Tan Siok Tjien.

Siapa sebenarnya Tan Siok jien ini? Berikut rangkuman IDN Times.

1. Kekayaan Tan Siok Jien sebesar Rp107,6 triliun

Tan Siok Tjien, Istri Pendiri Gudang Garam yang Jadi Konglomerat DuniaIlustrasi Asuransi (IDN Times/Sukma Shakti)

Dalam Bloomberg Billionaires Index, Jumat (21/8/2020), Tan bertengger di peringkat ke-4 terkaya di Indonesia, urutan 27 perempuan terkaya, dan urutan 268 orang terkaya di dunia. Dalam keterangan tersebut, kekayaan miliarder ini mencapai US$7,32 miliar atau setara Rp107,6 triliun (kurs Rp14.700).

Dengan kekayaan tersebut, Tan Siok Jien dapat membeli 162 juta barel minyak mentah, 3,73 juta ons emas. Kekayaannya juga setara dengan 0,0342 persen PDB Amerika Serikat.

Baca Juga: Terhambat Perizinan, Gudang Garam Tunda Bangun Bandara di Kediri

2. Istri dari pendiri Gudang Garam

Tan Siok Tjien, Istri Pendiri Gudang Garam yang Jadi Konglomerat DuniaGedung Gudang Garam, Jakarta (Website/gudanggaramtbk.com)

Tan Siok Tjien merupakan istri dari mending Tjoa Jien Hwie atau Surya Wonowidjojo, pendiri dari Gudang Garam. Surya yang lahir di Fujian, Tiongkok datang ke Indonesia bersama orangtuanya pada saat usianya tiga tahun.

Tan Siok Tjien mewarisi kekayaan dari mendiang suaminya yang meninggal pada 24 Agustus 1985. Berdasarkan laporan tahunan 2018, Tan Siok Tjien memiliki saham yang dipegang melalui perusahaan induk Suryaduta Investama dan Suryamitra Kusuma.

Saat ini, jabatan dari presiden direktur Gudang Garam dipegan oleh Susilo Wonowidjojo, anak ketiga Tan Siok Tjien. Dia menggantikan posisi kakaknya, anak pertama Tan Siok Tjien, Rachman Halim yang meninggal pada 2008. Susilo juga pernah dinobatkan di posisi ke-2 orang terkaya di Indonesia dalam daftar 500 orang terkaya versi Forbes pada 2018.

3. Tan Siok Tjien pernah menjadi pemegang saham terbesar

Tan Siok Tjien, Istri Pendiri Gudang Garam yang Jadi Konglomerat DuniaKantor PT Gudang Garam, Tbk, Kediri, Jawa Timur. (ANTARA News/Asmaul Chusna)

Sebelum 1990, Tan Siok Tjien memiliki lebih dari 31 persen perusahaan dan merupakan pemegang saham perorangan terbesar. Tan Siok Tjien terakhir kali tercatat sebagai pemegang saham individu dalam laporan tahunan Gudang Garam pada 1999, tepatnya sebelum sebagian besar sahamnya dipindahkan ke perusahaan induk.

Dengan kepemilikan saham yang besar di perusahaan rokok raksasa itu, nama Tjien praktis masuk dalam jajaran orang terkaya. Bagaimana tidak, dari jejak data, kekayaan Tjien diperkirakan melonjak hingga Rp 36,4 triliun lantaran rencana kenaikan cukai rokok di 2020 ini.

Baca Juga: Gudang Garam Belum Melirik Produk Rokok Elektrik

4. Sejarah berdirinya Gudang Garam

Tan Siok Tjien, Istri Pendiri Gudang Garam yang Jadi Konglomerat DuniaPT Gudang Garam (Google Street View)

PT Gudang Garam Tbk berdiri pada 26 Juni 1958 oleh Tjoa Ing Hwie yang kemudian berganti nama menjadi Surya Wonowidjojo. Gudang Garam awalnya merupakan industri rumahan yang memproduksi kretek yang bernama SKL dan SKT. Karena permintaan pasar yang kian meningkat, akhirnya pada 1960 dibukalah cabang di Gurah, yang letaknya 13 km dari kota Kediri yang pada saat itu masih mempekerjakan 200 orang karyawan.

Pada 1968, tepatnya bulan September didirikan unit produksi yang bernama Unit I dan Unit II di atas lahan seluas 1000 meter persegi guna mengiringi perkembangan usaha yang kian meningkat. Setelah itu, Gudang Garam yang awalnya merupakan industri rumahan berubah menjadi Firma pada tahun 1969.

Dua tahun kemudian, karena kemajuan produksi yang makin lama semakin tinggi, Gudang Garam resmi berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang didukung fasilitas berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari pemerintah membuat Gudang Garam semakin kokoh.

Beberapa tahun kemudian, atau tepatnya pada 1990, Gudang Garam mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Gudang Garam kemudian mengubah statusnya dari PT menjadi perusahaan terbuka.

Baca Juga: Siap-Siap Tarif Cukai Rokok Bakal Naik, Gudang Garam Akan Kerek Harga

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya