Comscore Tracker

Tertekan Lawan Dolar AS, Rupiah Ditutup Melemah Selasa Sore

Mata uang Garuda masih belum perkasa

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (2/3/2021), nilai tukar rupiah berada di level Rp14.325 per dolar AS dibandingkan penutupan Senin (1/3/2021), yang sebesar Rp14.255 per dolar AS. Mata uang garuda pun melemah 0,49 persen.

Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi AS Meningkat, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Tertekan Lawan Dolar AS, Rupiah Ditutup Melemah Selasa SoreIDN Times/Hana Adi Perdana

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) Senin (2/3/2021) mencatat nilai tukar rupiah sebesar Rp14.307 per dolar AS. Angka ini melemah dibanding Jumat (26/2/2021) yang sebesar Rp14.300 per dolar AS.

Baca Juga: Dipicu Data Inflasi, Rupiah Ditutup Melemah di Awal Pekan

2. Pelemahan rupiah dipengaruhi tingginya yield obligasi

Tertekan Lawan Dolar AS, Rupiah Ditutup Melemah Selasa SoreANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp14.070 Awal Pekan

Pengamat Pasar Keuangan, Ariston Tjendra, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi meningginya yield obligasi pemerintah AS tenor jangka panjang. Sore ini yield tenor 10 tahun bergerak di kisaran 1,42 persen setelah sempat turun ke kisaran 1.38 persen.

Penguatan yield ini disebabkan oleh data survei aktivitas manufaktur AS semalam yang dirilis lebih bagus dari proyeksi.

"Data yang membaik ini mengindikasikan pemulihan ekonomi di AS. Kenaikan yield sebelumnya juga disebabkan oleh ekspektasi kenaikan inflasi karena rencana perilisan stimulus besar di AS," kata Ariston kepada IDN Times.

3. Rupiah masih terdampak pemangkasan suku bunga acuan oleh BI

Tertekan Lawan Dolar AS, Rupiah Ditutup Melemah Selasa SoreIlustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain itu, lanjut Ariston, mata uang Garuda masih mungkin terdampak oleh pemangkasan suku bunga acuan BI. "pemangkasan tingkat suku bunga acuan BI yang memperkecil spread dengan yield obligasi AS, turut menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS," ucapnya.

Adapun Bank Indonesia telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi 3,5 persen. Penurunan tersebut diikuti dengan suku bunga Deposit Facility jadi sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility jadi sebesar 4,25 persen.

Baca Juga: Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan, Jadi 3,5 Persen

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya