Industri pembuat alat kesehatan di Korea Selatan mulai menaikkan harga jual akibat melonjaknya biaya plastik medis di pasar global. Korea Vaccine, salah satu pemasok utama alat medis dalam negeri, telah mengumumkan kenaikan harga jarum suntik sekali pakai sebesar 15 hingga 20 persen. Kenaikan ini berlaku untuk semua pengiriman selama dua bulan ke depan sejak awal April sebagai langkah antisipasi.
Pihak manajemen Korea Vaccine menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak mentah dunia membuat biaya produksi bahan berbasis minyak menjadi tidak terkendali.
"Akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, harga bahan berbasis minyak telah melonjak, yang menyebabkan ketidakstabilan pasokan. Harga akan segera disesuaikan kembali setelah kondisi pasokan stabil," tulis perusahaan dalam surat resminya, dilansir Korea Herald.
Selain kenaikan harga, para pemasok juga membatasi jumlah pembelian guna mencegah penimbunan barang. Langkah ini diambil agar stok yang terbatas bisa disalurkan secara merata ke rumah sakit yang membutuhkan. Saat ini, berbagai toko daring khusus alat medis di Korea Selatan sudah mulai memasang peringatan mengenai pembatasan jumlah pembelian.
Kebijakan ini menjadi beban berat bagi keuangan rumah sakit. Sebagian besar alat medis sekali pakai tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan nasional, sehingga rumah sakit harus menanggung biaya tambahan tersebut sendiri tanpa bisa membebankannya kepada pasien.
"Dalam jangka pendek, kami berharap pemerintah menanggulangi kenaikan harga bahan medis esensial agar perawatan pasien tidak terganggu," kata Dr. Kim Seong-geun, juru bicara Asosiasi Medis Korea Selatan, dilansir The Straits Times.
Krisis ini berpotensi mengganggu penanganan medis darurat jika pasokan jarum suntik tidak mencukupi. Beberapa rumah sakit besar bahkan sudah mulai melakukan penghematan dan memprioritaskan alat medis hanya untuk pasien dengan kondisi yang paling mendesak.