Tokopedia Masuk Layanan Kesehatan Digital, TokoClinic Resmi Meluncur

- Tokopedia meluncurkan TokoClinic by Tokopedia Farma, layanan telemedicine yang menggabungkan konsultasi dokter daring, resep digital, dan pembelian obat melalui lebih dari 3.000 farmasi berlisensi di Indonesia.
- Layanan ini hadir untuk menjawab tantangan keamanan dan keaslian obat di tengah meningkatnya transaksi daring, dengan sistem resep digital terverifikasi langsung dari dokter setelah konsultasi.
- TokoClinic diharapkan memperluas akses kesehatan digital yang aman dan tepercaya melalui kolaborasi antara tenaga medis, farmasi berlisensi, serta dukungan regulator nasional.
Jakarta, IDN Times - Tokopedia meluncurkan layanan telemedicine terintegrasi bertajuk TokoClinic by Tokopedia Farma yang menggabungkan konsultasi dokter daring dengan jaringan lebih dari 3.000 farmasi berlisensi di Indonesia.
Kehadiran layanan tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan akses layanan kesehatan yang cepat dan mudah, khususnya di wilayah kepulauan Indonesia.
Peluncuran layanan ini juga dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas pembelian obat secara daring yang memunculkan tantangan tentang keamanan serta penggunaan obat yang tepat.
Melalui TokoClinic by Tokopedia Farma, pengguna dapat berkonsultasi dengan dokter berlisensi, memperoleh resep digital, hingga membeli obat melalui jaringan farmasi rekanan Tokopedia dalam satu aplikasi.
1. TokoClinic integrasikan layanan kesehatan dengan lebih aman

Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan, integrasi layanan konsultasi dokter, resep digital, dan pembelian obat dalam satu alur diharapkan dapat membuat pengalaman membeli obat secara online menjadi lebih aman dan bertanggung jawab.
“Melalui TokoClinic, kami ingin memastikan pengalaman membeli obat secara online tidak hanya praktis, tetapi juga lebih aman dan bertanggung jawab. Dengan integrasi konsultasi dokter, resep digital, dan pembelian obat dalam satu alur, kami berharap masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang lebih tepercaya,” ujar Stephanie dalam keterangan resmi, Rabu (27/5/2026).
2. Industri farmasi memiliki potensi besar

Sepanjang 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal di platform digital. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan dan panduan medis dalam pembelian obat secara daring.
TokoClinic menghadirkan mekanisme resep digital terverifikasi yang memungkinkan dokter mengeluarkan resep langsung di aplikasi setelah konsultasi. Sistem tersebut diharapkan membantu memastikan obat yang dibeli sesuai resep serta ketentuan distribusi obat secara daring.
"Di sisi lain, industri farmasi nasional dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan positif dengan potensi pasar mencapai Rp225 triliun pada 2030 seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dan percepatan transformasi digital sektor kesehatan," kata dia.
3. Perluas akses layanan kesehatan digital secara aman dan terpercaya

Stephanie berharap, TokoClinic by Tokopedia Farma dapat membantu memperluas akses layanan kesehatan digital yang aman dan tepercaya bagi masyarakat Indonesia.
“Melalui kolaborasi dengan tenaga medis, farmasi berlisensi, dan regulator, kami ingin mendukung ekosistem kesehatan digital yang lebih bertanggung jawab dan berkualitas,” kata Stephanie.


















